A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Eli Shock Lihat Berita UM Disetubuhi Klewang - Tribun Pekanbaru
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 April 2014
Tribun Pekanbaru

Eli Shock Lihat Berita UM Disetubuhi Klewang

Rabu, 22 Mei 2013 08:52 WIB
Eli Shock Lihat Berita UM Disetubuhi Klewang
Tribunpekanbaru.com/Nasuha
Ketua Komnas Perlindungan Anak Indonesia, Arist Merdeka Sirait saat mengunjungi anak-anak yang terlibat geng motor di Pekanbaru
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Eli Quraysi (40) ibunda dari tersangka yang juga menjadi korban eksploitasi Klewang, sepertinya tidak bisa menahan rasa sedihnya saat mengingat pemberitaan yang mengatakan jika anaknya UM menjadi korban kebejatan nafsu si ketua geng motor Klewang. Dirinya mengaku sempat terkejut dan langsung lemas karena pengakuan anaknya selama ini kepada dirinya tidak pernah melakukan hubungan dengan Klewang.

"Saya lemas dan tidak bisa bergerak saat lihat berita di TV jika anak saya itu pernah disetubuhi Klewang, selama ini saya tanya dia tidak pernah melakukan itu,"ujar Eli dengan penuh kesedihan kepada Tribun Selasa (21/5) saat ditemui di kediamannya di Jalan Kuantan 5 gang pinang 2 Kelurahan Rejosari Tenayanraya.

UM sendiri merupakan anak kedua dari tujuh bersaudara, UM memiliki seorang kakak bernama Meri yang juga pernah terlibat daam aksi kebrutalan anggota geng motor saat menyerang kantor Polresta Pekanbaru beberapa waktu lalu.

Dalam keluarga, UM juga dikenal sebagai pribadi yang suka membantu adik-adiknya, UM bekerja disebuah toko kue di Jalan Nangka, biasanya UM bekerja hingga malam dan selalu pulang pada paginya, saat pulang kerja UM selalu bawakan kue untuk adik-adiknya.

Keluarga UM sendiri merupakan perantau ke Pekanbaru, bapaknya asli Flores dan ibunya asli Jakarta, mereka tinggal di Pekanbaru sejak tahun 2000 silam, bapak UM yang bekerja sebagai nahkoda Kapal barang bernama M Soleh ini sebenarnya selalu mengajarkan kebaikan kepada anaknya. Di rumah sendiri, M Soleh selalu mengajarkan UM bagaimana solat dan mengaji.

Eli mengaku memang anaknya pernah ditahan sebelumnya selama 1,5 bulan terkait dalam kasus penyerangan Mapolresta bersama kakaknya Merri saat itu, namun penyerangan itu dilakukan UM karena paksaan dari teman-temanya yang selalu ngumpul.

"Dia itu sebenarnya ikut-ikutan saja tu, anak saya itu selalu dinasehati di rumah,"ujar Eli.

Pada saat penangkapan dirumahnya, UM awalnya menolak untuk berangkat saat dijemput Polisi, namun pesan ibu dan bapaknya harus berangkat untuk membuktikan jika dirinya tidak bersalah dan dilarang menjadi orang pengecut.

"Bapaknya pesan, nggak boleh jadi orang pengecut, semua masalah itu harus dihadapi, makanya anak saya nggak nolak saat dijemput Polisi,"ujar Eli

Ada hal unik penjelasan dari orangtua UM, jika UM sendiri memiliki rasa dengan penyidik kepolisian bernama Danil Marpaung. UM kenal dengan Danil saat pertama kali ditangkap akibat penyerangan Mapolresta beberapa waktu lalu. Setelah UM keluar dari tahanan selama 1,5 bulan, mulai saat itu UM selalu bercerita dan mengatakan senang dengan seorang penyidik bernama Danil Marpaung di Polresta.

"Anak saya suka sama Danil Marpaung, di BB nya saja dibuat nama Umi Danil Marpaung, ditulis juga dinding kamarnya, malah saat saya nasehati jangan sering ngumpul dengan teman-teman, dia bilang biarlah ma nanti saya ditangkap bang Marpaung,"ujar Eli menceritakan kisah konyol anaknya itu.

Menurut Eli, apa yang dilakukan anaknya itu merupakan tanggungjawab yang harus dihadapinya dengan kuat. Karena dalam keluarga ini selalu diajarkan bagaimana menghadapi masalah.

Ketika ditanya mengenai pergaulan UM sendiri, Eli tidak pernah tahu jika anaknya itu terlibat dalam aksi kejahatan geng motor. Ketika ditanya juga mengenai informasi UM sebagai informen dan bendahara Klewang, Eli juga tidak tahu.

"Malah dia sering minta uang kami, pada minggu sebelum ditangkap dia minta uang Rp 200 ribu. Gajinya kerja di toko kue itu Rp 25 ribu sehari,"ujar Eli.

Eli juga sempat menanyakan kepada UM mengenai pemberitaan tentang hubungannya dengan Klewang, UM kepada ibunya menjelaskan hanya sekedar kenal karena orangtua dari ketua mereka Bambang. UM juga mengaku kepada ibunya jika tidak pernah melakukan apa-apa dengan Klewang.

"Dia itu orangnya jujur nggak pernah bohongi saya,"ujar Eli.

Eli hanya berharap jika anaknya bisa dibebaskan selanjutnya dirinya akan memasukkan UM ke Pesantresn untuk memperbaiki namanya yang sudah jelek itu.

"Mudah-mudahan anak saya dibebaskan, makanya nantinya mau dikirim ke pesantren atau disekolahkan kemana yang diluar sana,"ujar Eli.(*)
Penulis: adi bagus
Editor: zid
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
161743 articles 9 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas