Enam Titik Api Dalam Areal HTI PT SGP
Satelit NOAA Pantau 10 Titik di Areal Hutan Penguasaan Perusahaan
Kepala Unit Pelayanan Teknis Polisi Kehutanan, Dinas Pertaninan Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunhut) Kota Dumai, Tengku Ismet, Selasa (21/5) mengatakan, ada sebanyak 10 titik api yang ditemukan berdasarkan pantauan satelit NOAA 18 yang dirilis pada, Senin (20/5).
"Dari 10 titik api itu terpantau baik di lahan bekas hak penguasaan hutan (HPH) dan hutan tanamaan industri (HTI) sejumlah perusahaan di Dumai," katanya.
Selain di areal milik perusahaan, berdasarkan dari pantauan pihaknya juga ditemukan kebakaran yang terjadi di areal masyarakat yang masih kosong. Luasan areal yang terbakar sekitar satu hektar lebih di areal dalam Kelurahan Purnama, Dumai Barat.
Dijelaskannya, untuk kebakaran yang terjadi didalam areal lahan milik perusahaan merupakan tanggung jawab perusahaan yang bersangkutan. Pihaknya sudah memberikan himbauan kepada pihak perusahaan untuk menjaga areal mereka. Sehingga pihak perusahaan diwajibkan untuk menanggulanginya saat terjadi kebakaran.
Berdasarkan pantauan satelit, jumlah titik api yang paling banyak terjadi di
dalam areal lahan HTI milik PT Suntara Gajapati (SGP)yakni sebanyak enam titik. Lainya ditemukan dalam areal PT Ruas Jaya Utama dua titik dan di areal PT Diamond Raya Timber serta eks PT Surya Dumai Agrindo masing-masing ditemukan satu titik
"Untuk kawasan dalam penguasaan hutan ini, merupakan tanggung jawab perusahan terkiat untuk mengendalikannya. Kita sudah menyurati seluruh perusahaan ini sebelumnya untuk waspada dan segera mengendalikan api pada saat terjadi kebakaran dikawasan mereka," katanya.
Sedangkan untuk penanganannya yang terjadi dilahan masyarakat atau pada areal kosong, langsung dilakukan oleh petugas dari Polhut di lokasinya. Upaya pemadaman juga dibantu oleh regu pemadam kecamatan setempat.
Menurutnya penyebab kebakaran seperti yang terjadi di areal perusahaan karena adanya aktivitas yang dilakukan masyarakat untuk membuka lahan di dalam areal penguasaan perusahaan.
Musim panas yang terjadi saat ini sangat berpotensi terjadinya kebakaran hutan. Apalagi yang sengaja dilakukan akan menyebabkan api cepat membesar dan kebakaran tidak terkendali. Dampak selanjutnya yang dipastikan akan muncul adalah kemunculan asap.
Jika kabut asap terjadi akan menyebabkan terjadinya penurunan kualitas udara yang berdampak pada gangguan kesehatan masyarakat secara luas. Pada malam hari, aroma pembakaran dan kabut asap beberapa hari belakangan sudah mulai terlihat.(*)