Minggu, 21 Desember 2014
Tribun Pekanbaru

Polda Riau Tangkap DPO Bandar Sabu

Rabu, 22 Mei 2013 08:47 WIB

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU  - Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau, berhasil meringkus seorang pengedar narkoba, berinisial IS. Warga yang tinggal di jalan Pramuka, RT 003 RW 001, Lembah Sari, Rumbai Pesisir, ini berhasil ditangkap saat melakukan transaksi di jalan Arifin Ahmad, Selasa (21/5), sekitar pukul 19.30 WIB.

Saat ditangkap pria kelahiran Pekanbaru, 20 Februari 1981 itu, kedapatan membawa empat paket shabu berisi 0,4 gram, dan satu uncang berisi 2,5 grams shabu. Selain itu, dari tangan tersangka juga didapat dua hanphone yang dipakai untuk bertransaksi dan uang tunai Rp 12.790.000.

Saat ditanya, IS mengaku, menjual satu paket sabu berukuran 0,4 gram dengan harga 300.000 rupiah. Dalam dua minggu, dia mengaku mengeluarkan modal 5 gram shabu. Shabu tersebut kemudian ia pecah lagi menjadi beberapa paket, untuk ia jual kembali. Setiap gram, dia mengaku mengambil untung hingga satu juta rupiah.

Dari pengakuannya, dia mendapat barang dari pria berinisial MA jadi DPO. Meski sudah sekitar satu tahun mengambil barang dari MA, namun dia mengaku tidak mengetahui tempat tinggal pria tersebut. "Saya nggak pernah jumpa di rumah, biasanya jumpa di jalan," jawabnya singkat.

Pria yang belum berkeluarga ini, mengaku pernah ditahan dengan kasus yang sama. Pada 2010 lalu, ia ditangkap oleh anggota kepolisian sektor Lima Puluh Kota. Saat itu, dia divonis 1,2 bulan.

Selain pernah ditahan karena kasus narkoba, lelaki berkulit putih ini juga pernah ditangkap karena kasus pencurian. Ia sempat ditahan delapan bulan karena mencuri besi.

Pria yang mengaku bekerja serabutan sebagai buruh bongkar muat di Rumbai ini, mengaku butuh uang dan tidak memiliki pekerjaan tetap. Oleh sebab itu, dia terpaksa kembali menjual narkoba, untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

Kasubdit I Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau AKBP Januar Manurung saat ditemui Tribun di Mapolda Riau menjelaskan, penangkapan tersangka IS berdasarkan info dari masyarakat jika di Arifin Achmad akan ada transaksi jual beli sabu, pihak kepolisian kemudian memancing tersangka dengan pura-pura menjadi seorang pembeli.

Saat itu pelaku bersama temannya berinisial NG yang juga menjadi target dari pihak kepolisian sedang menunggu di Jalan Arifin Achmad, NG yang kebetulan berada di atas sepeda motor langsung melarikan diri dan sempat terjadi kejar-kejaran dengan pihak kepolisian.

"IS berhasil kita tangkap sedangkan NG melarikan diri dengan sepeda motornya, sempat kita lepaskan tembakan ke udara tadi. Karena warga juga ramai akhirnya kita tidak melepaskan tembakan kepada tersangka,"ujar Januar Manurung.

Warga yang melihat aksi kejar-kejaran dan suara ledakan senjata tersebut sempat panik dan jalan Arifin Achmad tepatnya dekat SPBU sempat macet akibat ditonton warga penangkapan itu.

Saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan, karena masih ada dua tersangka lagi yang menjadi DPO, yakni NG dan MA yang merupakan pemasok besar tempat dimana IS mengambil sabu.

Januar mengatakan, IS merupakan bandar besar yang sudah menjadi Daftar pencarian orang dalam setahun terakhir, karena tersangka sudah menyebarkan barang haram sabu ini ke berbagai lokasi di Riau termasuk daerah-daerah.

Menurut pengakuan tersangka, dirinya sudah dua kali keluar masuk penjara pertama di Polsek Limapuluh dengan kurungan setahun dua bulan karena terlibat kasus narkoba di tahun 2009. Selanjutnya ditahan setelah di tangkap Polresta Pekanbaru akibat terbukti melakukan aksi pencurian besi di Rumbai.

Menurut Kasubdit I, tersangka akan dikenai UU no 35 tentang narkoba dengan ancaman minimal empat tahun penjara.(Cr11/rbp)
Penulis: Nasyuha
Editor: zid

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas