• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 18 September 2014
Tribun Pekanbaru

Wajah Geng Motor Berseri-seri di Depan Kak Seto

Rabu, 29 Mei 2013 08:05 WIB
Wajah Geng Motor Berseri-seri di Depan Kak Seto
Tribunpekanbaru/Nasuha
Kak seto tengah menyalami anggota Geng Motor yang ditangkap Polresta Pekanbaru
Laporan: Nasuha Gegana

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-
Ketua Dewan Konsultatif Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Seto Mulyadi mendengarkan curhat anggota geng motor di Mapolresta Pekanbaru Selasa (28/5) malam, menurut Psikolog anak ini khusus kawanan geng motor yang tergolong dalam usia anak remaja yang masih sekolah harus memiliki pendamping saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas, pendamping itu bisa jadi orangtua sendiri, maupun Lawyer.

Kedatangan Seto Mulyadi ini disambut anak-anak remaja geng motor ini, terlihat senyum bahagia dan wajah berseri bersinar dari seluruh wajah anak geng motor tersebut. Salam hangat dari Seto Mulyadi seakan-akan menyulap wajah mereka yang awalnya kusam menjadi berseri-seri seperti penuh bahagia.

"Bagaimanapun juga mereka adalah anak-anak yang membutuhkan pendidikan dan juga mereka ini anak yang berkomplik dengan hukum. Dalam kontek demikian seharusnya dalam pemeriksaan harus tetap ada pendamping, baik itu orangtua atau lawyer yang bisa mendampingi anak tersebut,"ujar Seto Mulyadi usai mendengarkan curhat dari adik-adiknya kawanan geng motor yang masih tergolong usia anak-anak remaja.

Dengan demikian lanjut Kak Seto nama sapaan akrabnya, anak-anak tidak merasa tertekan dalam pemeriksaan. Ia juga menyarankan agar ruangan dalam tahanan juga harus dilengkapi dengan udara yang sejuk dan segar karena sebetulnya tahanan bagi anak geng motor tersebut merupakan tempat bagi pembelajaran.

"Mungkin tidak bersekolah tapi semacam pendidikan non formal sebagaimana yang dilakukan oleh Polresta Jakarta Timur. Bagi mereka yang tersangkut hukum juga tidak tertinggal dalam pembelajaran,"ujar Kak Seto.

Dari beberapa curhat anak remaja kriminal ini Kak Seto mengatakan beberapa dari mereka ingin kembali bersekolah dan memiliki cita-cita malah ada yang mau jadi dokter.

"Jadi lebih kepada upaya pendampingan dari petugas di Polresta Pekanbaru yang intinya sudah baik. Dimana tetap ada pendampingan anak meskipun terjerat hukum, namun haknya sebagai anak tetap terpenuhi,"jelas Seto.

Selanjutnya, saat ditanya mengenai masalah doktrin yang dilakukan Klewang terhadap anak-anak yang tergolong belia ini. Menurut Seto, kawanan geng motor ini hanya remaja yang tergelincir saja.

"Sebetulnya mereka ini adalah anak-anak yang memiliki dinamika seperti anak-anak remaja lainnya, namun karena mereka tidak terkontrol makanya mereka tergelincir kepada hal yang negatif dari orang-orang yang menjadikan mereka sebagai alat. Jadi dalam hal ini mereka sebagai pelaku kriminal tapi mereka juga adalah sebagai korban dari lingkungan yang tidak kondusif sehingga tergelincir dan berkonflik dengan hukum,"ujarnya.

Saat Tribun menanyakan langkah dari Kak Seto sendiri untuk meminta restorasi ataupun permohonan kepada Kapolresta seperti yang dilakukan Aris Merdeka Sirait beberapa waktu lalu, dirinya juga akan melakukan pembicaraan dengan Kapolresta.

"Itu jelas restorasi atau perubahan juga akan disampaikan kepada Bapak Kapolresta karena memang selain daerah sini juga sudah merambah ke daerah lain, mengenai permohonan itu masih kita lihat kondisinya seperti apa anak-anak ini,"ujarnya.

Kak Seto juga akan berusaha menemui sejumlah korban kejahatan kawanan geng motor, terutama yang masih tergolong di usia anak-anak remaja.

"Untuk korban sendiri juga akan ditemui, dari yang saya baca ada jarinya putus dan pergelangan putus dan sebagainya ini tentu sangat berbahaya jika terjadi pembiaran. Untuk itu kita juga meminta tegas agar otak dari pelaku ini semua ditindak dan jika perlu dipisahkkan dari mereka (anak-anak geng motor),"ujar Seto.

Seto juga berpesan agar remaja juga hendaknya di beri ruang yang leluasa untuk menampilkan kreatifitas dan prestasinya.

"Mereka ingin didengar dilihat dan mendapat teguran. Harus ada penyaluran kreatifitas mereka seperti beladiri dan sebagainya,"ucapnya.

Selain menampung curhat anggota geng motor ini, Kak Seto juga memberikan PR kepada anak-anak remaja kawanan geng motor tersebut untuk menulis dan menyampaikan semua yang ada dalam hatinya.

"Kami juga menjadikan mereka adik sahabat curhat, kami kakak kalian ayo curhat dan apapun itu ceritakan sama kakak. Besok kami memberikan PR untuk menulis apa yang mereka alami dan tulisan itu nantinya dijadikan sebagai masukan terhadap petugas Kepolisian juga. Apa latar belakang dari dinamika yang terjadi saat ini semacam klewang dan sebagainya, ini membantu Polisi juga,"tutup Seto.(*)
Penulis: Nasyuha
Editor: zid
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
166293 articles 9 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas