Minggu, 3 Mei 2015

Wajah Geng Motor Berseri-seri di Depan Kak Seto

Rabu, 29 Mei 2013 08:05

Wajah Geng Motor Berseri-seri di Depan Kak Seto
Tribunpekanbaru/Nasuha
Kak seto tengah menyalami anggota Geng Motor yang ditangkap Polresta Pekanbaru

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Ketua Dewan Konsultatif Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Seto Mulyadi mendengarkan curhat anggota geng motor di Mapolresta Pekanbaru Selasa (28/5) malam, menurut Psikolog anak ini khusus kawanan geng motor yang tergolong dalam usia anak remaja yang masih sekolah harus memiliki pendamping saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas, pendamping itu bisa jadi orangtua sendiri, maupun Lawyer.

Kedatangan Seto Mulyadi ini disambut anak-anak remaja geng motor ini, terlihat senyum bahagia dan wajah berseri bersinar dari seluruh wajah anak geng motor tersebut. Salam hangat dari Seto Mulyadi seakan-akan menyulap wajah mereka yang awalnya kusam menjadi berseri-seri seperti penuh bahagia.

"Bagaimanapun juga mereka adalah anak-anak yang membutuhkan pendidikan dan juga mereka ini anak yang berkomplik dengan hukum. Dalam kontek demikian seharusnya dalam pemeriksaan harus tetap ada pendamping, baik itu orangtua atau lawyer yang bisa mendampingi anak tersebut,"ujar Seto Mulyadi usai mendengarkan curhat dari adik-adiknya kawanan geng motor yang masih tergolong usia anak-anak remaja.

Dengan demikian lanjut Kak Seto nama sapaan akrabnya, anak-anak tidak merasa tertekan dalam pemeriksaan. Ia juga menyarankan agar ruangan dalam tahanan juga harus dilengkapi dengan udara yang sejuk dan segar karena sebetulnya tahanan bagi anak geng motor tersebut merupakan tempat bagi pembelajaran.

"Mungkin tidak bersekolah tapi semacam pendidikan non formal sebagaimana yang dilakukan oleh Polresta Jakarta Timur. Bagi mereka yang tersangkut hukum juga tidak tertinggal dalam pembelajaran,"ujar Kak Seto.

Dari beberapa curhat anak remaja kriminal ini Kak Seto mengatakan beberapa dari mereka ingin kembali bersekolah dan memiliki cita-cita malah ada yang mau jadi dokter.

"Jadi lebih kepada upaya pendampingan dari petugas di Polresta Pekanbaru yang intinya sudah baik. Dimana tetap ada pendampingan anak meskipun terjerat hukum, namun haknya sebagai anak tetap terpenuhi,"jelas Seto.

Halaman123
Penulis: Nasyuha
Editor: Zul Indra
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas