A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Halte Bus TMP Dibongkar Lagi - Tribun Pekanbaru
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 17 April 2014
Tribun Pekanbaru

Halte Bus TMP Dibongkar Lagi

Kamis, 30 Mei 2013 09:03 WIB
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU  - Tahun 2013 ini Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru membangun 182 halte untuk mendukung pengoperasian bus Transmetro Pekanbaru, yang terdiri dari 82 unit permanen dan 100 portable, dengan nilai sebesar Rp 4 miliar. Halte dibangun di lima koridor bus yang akan dioperasikan, sehingga berada di sejumlah jalan kota, jalan provinsi dan jalan nasional. Pada tahun 2013 ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau juga melakukan pelebaran jalan provinsi.

Halte permanen yang dibangun ini menggunakan batu bata dan adukan semen, diperkirakan satu halte menelan biaya Rp 4 juta rupiah. Bentuk halte permanen ini, berupa jenjang yang terdiri dari empat anak tangga. Setiap anak tangga memiliki tinggi sekitar 30 centimeter dan total tinggi jenjang ini sekitar 120 meter. Pada bagian paling atas ada anjungan arah ke jalan, dan di belakang halte ada empat pondasi tiang beton yang dilengkapi setiap pondasi tiang itu empat baut.

Halte ini tidak memiliki dinding atau berbeda dengan halte bus transmetro sebelumnya. Halte ini hanya akan memiliki jenjang untuk naik bus dan atap yang akan dipasang pada tiang di bagian belakang, dengan bentuk melengkung ke arah depan. Atap ini tidak dari seng, melainkan dari polikarbonat.

Pembangunan halte dan untuk pendukung pengoperasin bus Transmetro Pekanbaru ini, dilakukan Pemko Pekanbaru untuk melanjutkan rencana yang tertunda. Rencana pengoperasian bus ini seharusnya enam koridor yang direncanakan sudah berjalan tahun 2012 lalu. Utamanya adalah untum memberikan pelayanan transportasi yang representatif kepada masyarakat Pekanbaru.

Halte di bangun di Jalan Riau, Jalan A Yani, Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan HR Subrantas, dan di jalan lainnya. Di Jalan HR Subrantas trotoar terlalu kecil, sehingga halte jenjang naik ke bus tidak bisa dibangun di depan tempat atap yang nantinya akan disediakan tempat duduk. Berhubung jenjang sudah dibangun, maka jenjang ini harus dibongkar. Beberapa pekerja melakukan pembongkaran pada Kamis (29/5) dari pagi hingga sore. Para pekerja tidak tahu alasan mengapa dibongkar.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Pekanbaru, Dedi Gusriadi kepada Tribun menyebutkan, rencana awal pembangunan halte yang permanen ada dua tipe, ada jenjang di depan atap dan ada yang di samping atap. Ini tergantung kondisi dan lebar trotoar yang ada di tepi jalan tersebut, karena tidak boleh mengganggu pejalan kaki.

"Pada saat pembangunan sudah dimulai kontraktor, ternyata ada yang seharusnya jenjang dibangun disamping tetap dibangun di depan, sehingga ruang untuk pejalan kaki menjadi sempit. Atas kondisi ini, maka jenjang yang di depan atap dibongkar dan dipindahkan ke samping, sehingga ruang untuk pejalan kaki masih besar," ungkap Dedi.

Misalnya, ulas Dedi, di depan masjid Agung An Nur, empat di Jalan A Yani, satu di Jalan Riau, satu di Jalan Soekarno-Hatta dan dua di Jalan HR Subrantas. Dari titik yang ditentukan, ternyata trotoar di titik tersebut lebarnya kurang dari 2,5 meter, sehingga jenjang halte harus dibangun di samping atap.

"Yang dibongkar itu hanya beberapa, tidak jadi masalah, kerugian diperkirakan beberapa juta, karena satu jenjang halte tidak sampai Rp 1 juta. Sedangkan di jalan yang lain semuanya aman, kalau ada kabar rencana pelebaran jalan oleh provinsi, itu Jalan Garuda Sakti, tidak ada masalah," tutur Dedi.

Mengenai persentase penyelesaian pembangunan halte permanen ini, menurut Dedi, sudah mencapai 40 persen, sedangkan untuk portable sedang dalam proses pembuatan, begitu juga dengan atap halte yang terbuat dari polikarbonat.

"Persentase penyelesaian sudah mencapai 40 persen, pastinya sebelum tanggal 23 Juni sudah selesai. Untuk halte portable sedang pembuatan oleh kontraktor pemenang tender, begitu juga atap halte yang terbuat dari polikarbonat yang harus dipesan khusus," sebut Dedi. (*)
Penulis: Nolpitos Hendri
Editor: zid
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
167084 articles 9 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas