A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Hendak Beli Baju Bayi, Misromi Ditembak Perampok - Tribun Pekanbaru
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 31 Juli 2014
Tribun Pekanbaru

Hendak Beli Baju Bayi, Misromi Ditembak Perampok

Senin, 3 Juni 2013 08:51 WIB
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-Korban tewas dalam aksi perampokan di Pasar Minggu, Desa Bina Baru, Kecamatan Kampar Kiri Tengah, Minggu (2/6/2013) adalah Misromi. Pagi itu, Misromi pergi ke pasar untuk belanja kebutuhan anak bungsunya yang baru berusia sekitar tiga minggu.

Tribun yang menyambangi rumah korban di Dusun Suka Damai, Desa Bina Baru, Minggu malam, sedang berlangsung pengajian. Korban tewas dimakamkan pada Minggu sore. Suasana haru meliputi seisi rumah.

Sang istri bernama Siti Nurhabibah terkulai lemah di dalam kamar. Ia tidak bisa ditemui karena keletihan menangis. Apalagi, kondisi fisiknya belum begitu pulih karena baru melahirkan.

Umi Altum, mertua korban menuturkan, tak biasanya korban berangkat ke pasar di pagi hari. "Biasanya siang ke pasarnya," tutur wanita berusia 55 tahun ini. Korban berangkat dari rumah sekitar 08.30 WIB. Umi pergi ke pasar lebih dulu.

Umi sempat bertanya membeli apa kepada Misromi setibanya di pasar. Korban menjawab ingin belanja keperluan bayinya yang mungil. "Dibilang mau beli bayam. Beli pisang satu sisir juga," ujarnya.

Sang istri, bernama Siti Nurhabibah yang berusia 31 tahun tidak bisa banyak bergerak karena harus menjalani operasi ketika melahirkan. Buah perkawinan perkawinan pasangan itu adalah empat orang. Anak kedua meninggal dunia saat masih bayi.

Menurut Umi, korban merantau ke Riau seorang diri. Semua keluarga berada di Jawa Tengah. Sehari-harinya, korban berdagang minyak eceran di depan rumah. Sementara, sang istri adalah anak semata wayang Umi yang sehari-harinya hanya sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT). Demikian ia menceritakan arti penting Misromi di keluarga.

Ia berharap, pelaku tertangkap dan mendapat hukuman yang setimpal dari perbuatannya. "Kepala pelaku yang mungkin membaca berita di koran, sadarlah. Lihatlah keluarga ini berantakan karena kalian," ujarnya dengan mata tampak berkaca-kaca. (*)
Penulis: nando
Editor: zid
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
berita POPULER
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas