• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribun Pekanbaru

Eli Berniat Jual Rudal 40 Ribu

Sabtu, 8 Juni 2013 10:16 WIB
Eli Berniat Jual Rudal 40 Ribu
Tribunpekanbaru/Nasuha
Eli Fatmawati penemu mortir sedang duduk diatas mortir yang ditemukannya beberapa waktu lalu.
TRIBUNPEKANBARU. COM, PEKANBARU- Seorang Pemulung bernama Eli Fatmawati (54) warga Jalan Imam Munandar RT 1 RW 6 Kelurahan Tangkerang Timur, Tenayanraya ini awalnya terkejut saat menemukan sebuah mortir atau rudal saat dirinya mencari besi tua. Eli yang tidak tahu jika barang temuannya itu merupakan bahan peledak awalnya berniat menjualnya seharga Rp 40 ribu kepada seorang pembeli besi tua.

Eli menemukan rudal mortir tua ini pada Jumat (24/5) lalu, saat mencari besi tua di sebuah bekas gudang penyimpanan besi di Jalan Mawar Tenayanraya. Gudang besi tua itu merupakan gudang milik seorang warga bernama Refdi.

"Saya lagi ngorek-ngorek tanah nyari besi tua, tiba-tiba saja jumpa besi besar panjang. Awalnya senang kan uangnya besar tu. Kami tidak tau kalau itu rudal atau mortir. Saya sempat bilang sama pak haji yang milik lahan mau jual 40 ribu aja,"ujar Eli saat ditemui Tribun di rumahnya Jumat (7/6).

Setelah ditemukan Eli sekitar pukul 10.00 wib pagi, selanjutnya pemilik lahan menyeret rudal tersebut dengan menggunakan mobil. Rudalnya diikat menggunakan tali. Saat itu sedikitpun warga tidak tahu dan tidak merasa takut jika benda yang ditemukan itu merupakan bahan peledak.

"Sorenya diseret pak haji ke Bengkelnya, katanya mau dijual uangnya dibagi juga sama kami,"ujar Eli yang berstatus sebagai Janda yang saat ini menumpang bersama anaknya.

Eli sudah menjalani hidupnya sebagai pemulung sejak lima tahun terakhir. Eli biasanya mencari besi tua dan barang lainnya di komplek perumahan Cendana. Dalam seharinya Eli bisa mendapatkan uang mulai dari Rp 20 ribu hingga 40 ribu dari hasil memulung.

Informasi ada rudal ini tercium saat ada seorang aparat kepolisian mendatangi bengkel dimana tempat rudal tersebut disimpan. Anggota Kepolisian itu kemudian melaporkan ke atasannya dan selanjutnya dikordinasikan dengan tim gegana Brimob dan Lanud.

"Disini sudah lebih dua minggu bang, semenjak ditemukan selalu diletak di bengkel. Kebetulan kemarin ada polisi yang lihat makanya dilaporkan,"ujar Joni pemilik bengkel dimana rudal mortir itu diletakkan.

Mortir dengan ukuran panjang mencapai 175 sentimeter dan berat mencapai 250 kilo ini memang sudah dalam keadaan bolong dan rusak. Diduga sudah tidak aktif lagi.

Menurut keterangan warga bernama Erizal, kawasan Tenayanraya itu dulunya merupakan kawasan tempat latihan perang tentara Jepang. Makanya di jalan ujung Tenayan tersebut didirikan sebuah tugu rudal yang artinya memang kawasan latihan.

"Kalau sejarahnya kawasan Tenayanraya ini dulunya kawasan latih Tentara, makanya banyak mortir dan rudal sisa dari itu,"ujar Erizal.

Tepat pukul 11.30 siang, akhirnya personil dari Lanud Roesmin Nurjadin langsung tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi terhadap mortir tersebut. Karena diduga mortir itu milik dari TNI AU.

Rudal tersebut diangkut menggunakan mobil dari TNI AU, saat ini masih dalam pemeriksaan di Lanud.

"Rudal itu tidak membahayakan dan tidak memiliki daya ledak lagi. Rudal ini biasanya digunakan pada saat latihan,"ujar Kapuspen Lanud Roesmin Nurjadin Filfadri kepada Tribun.

Menurut keterangan dari Lanud, sejauh ini pihaknya belum bisa mengetahui rudal jenis apa yang ditemukan warga tersebut. Namun yang jelas tidak memiliki daya ledak lagi alias sudah tidak aktif.

"Kalau jenis itu sudah tidak dipakai lagi saat ini. Jenisnya belum tahu kita, namun yang jelas itu dipakai diatas 25 tahun lalu,"ujar Filfadri.(*)
Penulis: Nasyuha
Editor: zid
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
172743 articles 9 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas