• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Tribun Pekanbaru

Komisioner KPU Riau Berhentikan Syahrizal Sebagai Sekretaris

Jumat, 14 Juni 2013 09:06 WIB
Komisioner KPU Riau Berhentikan Syahrizal Sebagai Sekretaris
internet
Komisi Pemilihan Umum
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Jika sebelumnya Riau sempat diributkan dengan persoalan kosongnya jabatan sekretaris daerah, sekarang giliran KPU Riau yang dikejutkan persolan diberhentikannya sekretaris Syahrizal oleh para komisioner.

Kamis (13/6) siang, pegawai di lingkungan KPU Riau dikejutkan dengan pajangan surat selebaran permintaan penggantian sekretaris KPU Riau yang ditandatangani oleh ketua KPU Riau, Tengku Edy Sabli kepada gubernur Riau, dengan nomor surat 272/KPU-Prov-004/V/2013, dengan tanggal surat, 28 Mei 2013.

Surat atas nama Tengku Edy Sabli tersebut meminta kepada gubernur Riau untuk memberikan 3 nama yang diusulkan untuk menggantikan jabatan Syahrizal sebagai sekretaris KPU Riau.

Dalam surat itu juga disebutkan, bahwa rapat pleno KPU Riau pada Senin (6/5) memutuskan memberhentikan dengan hormat saudara Syahrizal dari jabatannya. Surat tersebut juga ditembusan ke ketua KPU di Jakarta sebagai laporan, dan sekjen KPU di Jakarta.

"Bagaimana dengan honor kami kalau begini masalahnya nih. Sejak membaca surat ini saya jadi kepikiran terus," kata seorang pegawai perempuan menyeletuk sendiri dengan rona muka tek enak, di depan selebaran yang ditempel di papan pengumuman KPU Riau, lantai I.

Seluruh komisioner KPU Riau yang ditunggui sedari pagi hingga sore sedang mengadakan rapat pleno. Walau ada beberapa komisioner yang berganti keluar ruangan, tapi tidak mau diwawancarai wartawan.

Sekitar pukul 15.30 WIB Kamis kemarin, Syahrizal kemudian muncul di kantor KPU Riau. Beberapa wartawan yang menunggu rapat komisioner kemudian langsung menanyakan perihal diberhentikan dirinya oleh komisioner. Syahrizal membenarkan hal tersebut, namun ia sendiri mengaku tidak tahu alasan komisioner memberhentikannya.

"Benar. Di sini di berhentikan dengan hormat, ya berhentilah saya. Kalau alasannya, tanyalah dengan bapak-bapak itu (komisioner). Kalau dikatakan pensiun umur saya baru 50 tahun," ujar Syahrizal.

Syahrizal mengaku ikhlas atas pemberhentian dirinya tersebut. Ia juga mengatakan siap ditempatkan dimana saja nantinya, jika memang sudah pasti dipindahkan.

"Perasaan saya biasa-biasa saja. Tidak apa-apa buat saya. Saya ikhlas. Biarlah pimpinan yang menilai nanti. Saya siap diberhentikan," tegasnya.

Syahrizal mengatakan kalau dia tidak mendapatkan informasi, feeling, mau pun tanda-tanda akan diberhentikan. Ia mengaku baru mengetahui surat tersebut sehari sebelum dipajang di papan pengumuman KPU Riau kemarin.

"Surat baru semalam baru dapat. Tapi saya rata saja. Saya ikhlas, dan selalu berkonaah. Apa yang ada sama saya itu saya sukuri. Kalau dihitung masa kerja saya rekornya di sini, paling lama. Empat tahun lima bulan saya di sini. Tidak ada yang melebihi saya menjadi sekretaris. Kalau KPU ingin mengganti sekretaris dan saya dipindahkan oleh pimpinan saya sebagai pegawai, itu saya rasa wajar saja. Kemana saya dipindahkan saya sudah siap, tapi instansi awal saya dulu adalah BKD," ungkap dia.

Syahrizal mengaku memang telah dipanggil assisten III beberapa waktu lalu. Dan menanyakan informasi pemberhentian tersebut kepada Syahrizal. Namun Syahrizal mengaku tidak tahu dengan informasi itu.

"Saya dipanggil assisten tiga, kemudian menanyakan kepada saya, apa sebabnya pemberhentian ini, saya tak tahu, saya bilang. Kalau memang seperti itu keputusannya, secepatnya proses, saya bilang," katanya menirukan dialognya dengan assisten III.

Syahrizal mengaku sudah mengiklaskan semua keputusan nantinya, walau pun ia tidak lagi bekerja di KPU sebagai pemegang jabatan tertinggi di kalangan PNS, di KPU Riau. Tapi menjelang tahapan pilgubri ini, Syahrizal mengaku pernah punya keinginan untuk menyukseskan pilgubri bersama-sama komisioner KPU Riau.

"Kalau itu sudah menjadi konsekwensi bekerja. Kita ikhlas saja bekerja ini. Tapi saya punya komitmen, ingin melaksanakan pilgub ini bersama-sana komisioner dengan sukses. Jika penyelenggaraannya sukses, maka peneyelenggaranya selamat, komitmen saya itu. Tidak ada kepentingan lain," tambahnya.

Apa pun yang akan dikatakan komisioner tentang alasan diberhentikannya Syahrizal dari jabatannya, Syahrizal mengaku tidak masalah dan akan menerima apa saja yang dikatakan komisioner nantinya.

"Apa dia bilang, saya terserah saja. Dia bilang begini-begini, silahkan, tidak menjadi persoalan bagi saya. Masalah jabatan itu seperti hidup, ada kalanya datang, ada kalanya pergi. Siap kita menerima, dan kita pun siap melepaskannya, itu aja. Tapi kalau kita pikirkan, itu menjadi penyakit bagi kita. Tak ada saya sedih-sedih," kata Syahrizal sembari tersenyum.

Sementara itu, komisioner KPU Riau, Lena Farida yang ditemui di depan pintu ruangan ketua KPU sekitar pukul 17.00 WIB mengatakan, pihaknya masih ada rapat dan masih belum selesai. Ditanyakan tentang pemberhentian sekretaris KPU Riau, Lena mengaku tidak punya kewenangan untuk menjawab hal tersebut.

"Belum tahu saya, tanya ketua saja ya. Tapi ketua lagi ada acara ke luar," ujar Lena.

Ketika ditanyakan pada komisioner lainnya, Budi Yan Putri Ali mengatakan, dalam aturannya biasanya diberhentikannya seorang sekretaris disebabkan karena ada aturan dan undang-undang yang dilanggar. Namun ia tidak mau menjawab dengan tegas apakah Syahrizal melanggar undang-undang atau tidak.

"Keputusan itu diambil dari jumlah suara terbanyak komisioner dalam rapat pleno. Tapi biarlah ketua yang menjawab. Tapi dalam undang-undang dikatakan, jika mengganggu tahapan pemilu, maka harus diberhentikan. Tapi saya tak bisa jelaskan, mungkin saja iya melanggar. Tentang apa tindakannya itu, karena agak subtansi, biarlah ketua menjawabnya," ujar Budi.

Walau terus didesak, Budi tetap tidak mau menjawab. Ditanya apakah ada keberpihakan sekretaris terhadap salah satu bakal calon, Budi memastikan masalah itu tidak ada. Namun saat dipancing tentang fasilitas di ruangannya, Budi mengaku fasilitas yang disediakan memang sangat minim.

"Komputer saya beli sendiri, laptop saya beli sendiri, kebutuhan kami di sini minim, dan tidak begitu difasilitasi," kata Budi tanpa menuding dan menyalahkan siapa-siapa.

Budi menambahkan, sejauh ini, gubernur masih belum menanggapi permintaan usulan 3 nama yang diminta KPU Riau kepada gubernur Riau.

Dihubungi tadi malam, ketua KPU Riau, Tengku Edy Sabli mengatakan, pemberhentian sekretaris dari jabatan bukan disebabkan karena ada kesalahan. Hanya saja komisioner ingin memiliki sekretaris yang bisa fokus membantu komisioner dalam penyelenggaraan tahapan dua pemilu yang berdempet, pilgub 2013 dan pileg 2014.

"Kita ingin pemilu di Riau lancar. Jabatan sekretaris merupakan posisi yang penting karna dia merupakan kepala sekretariat. Pemberhentian ini bukan karena ada kesalahan atau melanggar hukum, tapi kita mengusulkan kepada gubernur untuk mengganti sekretaris agar sekretaris baru bisa lebih fokus," kata Edy.

Dilanjutkan Edy, selain menjadi sekretaris KPU Riau, Syahrizal saat ini juga menjabat sebagai sekretaris Dekrenasda Provinsi Riau.

"Kita bukannya takut beliau tidak fokus nanti, tapi memang karena sudah tidak fokus. Untuk itu, kita harus mengambil sikap demi kelancaran dua pemilu ke depannya," tutup Edy. (*)
Penulis: Alex
Editor: zid
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
175923 articles 9 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas