Guru PAUD Tidak Perlu Mengajar Calistung
Pasalnya, di rentang usia seperti itulah karakter seorang anak biasanya terbentuk dan tak lepas dari peran serta pendidik.
Penulis: | Editor:
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Guru maupun pengelola Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diharap mampu merancang kurikulum yang pantas bagi anak tingkatan umur 0 hingga 6 tahun. Pasalnya, di rentang usia seperti itulah karakter seorang anak biasanya terbentuk dan tak lepas dari peran serta pendidik.
Demikian disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau, Abdul Kadir ketika membuka workshop kurikulum TK/PAUD bagi guru maupun pengelola se Provinsi Riau yang dilaksanakan di Hotel Furaya, Senin (17/6) malam.
Menurut Kadir, tak sekedar menyampaikan harapan, Disdik juga berupaya memperkaya pengetahuan guru dan pengelola TK/PAUD dalam meningkatkan kompetensinya. Terutama dalam mengajar anak di jenjang TK dan PAUD. Upaya itu diantaranya diwujudkan lewat workshop.
Tahun ini, Kurikulum 2013 sudah mulai diterapkan. Baik di tingkat TK/PAUD maupun SD, SMP dan SMA sederajad. Karena itu, peserta diharap mampu merancang kurikulum sesuai dengan tingkatan umur peserta didik.
Diterangkan Kadir, umur 0 sampai 6 adalah masa keemasan. Pada umur ini, guru perlu memberi rangsangan pada peserta didik. "Tidak mengajar secara riil bagaimana harus pandai membaca, menulis dan berhitung melainkan sekedar mengenalkan angka serta huruf," ungkap Kadir.
Kadir menegaskan, anak di rentang usia 0 sampai 6 tahun belum pantas untuk belajar membaca, menulis dan berhitung (Calistung). Ibarat kertas putih, guru memiliki tugas memberi warna pada karakter serta diri anak. Pada usia ini anak harus diarahkan. Misalnya bagaimana bertutur kata yang baik, menghargai orangtua dan sebagainya.
Karena itu, di PAUD yang paling penting adalah pembelajaran di luar kelas dan bukan di dalam kelas. Banyak rangsangan yang perlu diberikan. Baik yang berkaitan dengan nilai etika, moral maupun keagamaan. Berbagai hal ini berkaitan erat dengan pendidikan karakter anak.
Pendidik tidak bisa menutup mata bahwa budi pekerti sangat perlu. Apalagi ditengah perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat. "Buktinya saja, umur 6 tahun saja anak sudah ada yang mampu mengoperasionalkan komputer. Karena itu dibutuhkan peran guru untuk mengarahkan siswa agar memiliki karakter mulia," terangnya.(*)