Rabu, 10 Juni 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Kabut Asap Makin Parah

Kabut asap akibat pembakaran lahan yang menyelimuti udara kian parah bahkan sudah membahayakan bagi kesehatan.

Tayang:
TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Kabut asap akibat pembakaran lahan yang menyelimuti udara kian parah bahkan sudah membahayakan bagi kesehatan. Alat pengukur kualitas udara milik PT Chevron Pasifik Indonesia (CPI) yang dikirim ke Dinas Kesehatan Dumai mencatat, kondisi terparah terjadi pada pukul 09.50 WIB yakni 338 PSI (Poluttan Standar Index).

Tak tanggung-tanggung padatan halus berukuran 10 milimikron yang terkandung didalamnya mencapai 451 PM10 (Particulate Matter). Didalamnya juga terkandung sejumlah zat berbahaya lain. Partikel dan zat ini yang membahayakan saat masuk dalam saluran pernafasan.

Kepala Bidang P2PL Dinas Kesehatan Kota Dumai, Romauli mengatakan, penurunan kualitas udara tersebut sudah terjadi sejak pagi. Mulai dari 248 PSI yang menandakan bahwa kualitas udara di Dumai tersebut sangat tidak sehat. Tapi kian parah menjadi berbahaya pada pukul 09.50 WIB.

"Dampak kesehatan pada kategori membahayakan penderita yang telah mengidap penyakit akan semakin serius. Bahkan orang yang sehat akan merasa lelah. Saat kondisinya tidak sehat, penyakit penderita akan meningkat sampai dua kali," katanya.

Dengan ukuran padatan seperti debu sangat halus yang terkandung dalam asap sisa dari pembakaran tersebut akan mudah masuk dalam saluran pernafasan. Kondisi tersebut sangat berbahaya sehingga dapat menimbulkan infeksi.

Sehingga menyebabkan warga menderita penyakit yang diakibatkan kabut asap seperti ISPA (batuk dan filek), asma, iritasi mata dan juga iritasi kulit. Pada saat terjadi penurunan kualitas udara, dampak kesehatan yang sangat membahayakan bagi kelompok balita dan ibu hamil. Sebab kondisi ketahanan tubuh tergolong lemah sehingga gampang terserang.

Parahnya lagi bagi kelompok beresiko yang sebelumnya telah memiliki riwayat penyakit pernafasan termasuk didalamnya seperti paru-paru, jantung dan juga TBC. Kabut asap dengan kandungan didalamnya akan memperparah penyakit-penyakit yang telah diidap itu sebelumnya.

Ia mengingatkan agar masyarakat menghindari keluar ruangan jika tidak penting untuk menghindari kabut asap. Selain itu dalam kondisi cuaca jelek diharapkan untuk tetap menjaga stamina tubuh. Kebugaran tubuh perlu sehingga tidak gampang terserang penyakit. Untuk itu dianjurkanya untuk mengkonsumsi makanan mengandung gizi dan minum air putih minimal dua liter per hari.

Romauli menyebutkan, pihaknya berupaya untuk memberikan pencegahan dini saat terjadi kabut asap dan memberikan layanan kesehatan bagi penderita yang sudah terserang.

Namun tindakan seperti itu diakuinya akan menjadi sia-sia jika sumber tidak diberantas. Tentunya tindakan yang paling efektif adalah memberantas sumber api yang mengeluarkan asap yang mengorbankan kesehatan masyarakat. (ibl/joe)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved