• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 26 Oktober 2014
Tribun Pekanbaru

Peserta SBMPTN Riau Kesulitan Jawab Soal Kedua

Rabu, 19 Juni 2013 08:10 WIB
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2013, pada hari pertama berjalan lancar. Ada dua bidang soal yang diujikan, pada seleksi hari pertama. Tes Akademik, dan Tes Kemampuan Dasar.

Seorang peserta, Ginansty, saat ditemui Tribun, mengaku sedikit kesulitan saat mengerjakan soal kedua, yaitu Tes Kemampuan Dasar. Tes Kemampuan Dasar, berisi soal bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan Matematika Dasar.

"Soal kedua lumayan susah sih. Pertanyaanya panjang-panjang. Terutama soal bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris. Jadi perlu waktu untuk membacanya," kata alumni  SMAN 5 Pekanbaru ini, saat ditemui, Selasa (16/8) usai mengikuti ujian.

Hal senada juga dikatakan peserta lain, bernama Mutia Ayu. Gadis yang mengambil jurusan Kedokteran ini, juga mengaku sedikit kesulitan saat mengerjakan materi ujian kedua.

"Soalnya panjang-panjang. Tetapi saya tetap bisa mengerjakannya. Hanya agak butuh waktu lama untuk membaca dan memahami soalnya," kata Ayu.

Menurut Ketua Panitia Lokal SBMPTN Riau, Prof DR Aras Mulyadi DEA kepada Tribun, pelaksanaan SBMPTN pada hari pertama berjalan lancar. Meski begitu, dikatakannya, ada beberapa peserta yang sudah mendaftar, namun tidak mengikuti ujian.

"Sejauh ini berjalan dengan baik. Hanya ada beberapa yang tidak hadi,  lebih kurang sekitar sebelas persen," kata Aras saat ditemui di ruang kerjanya.

Seperti telah diberitakan pada hari sebelumnya, SBMPTN Riau, akan diikuti 15.628 peserta. Jumlah tersebut terbagi dalam tiga kategori. Dengan rincian 4.953 orang di jurusan Saintek (sains dan teknologi), 6.890 orang di jurusan Soshum (sosial dan hukum) dan 3.785 orang di jurusan Campuran (saintek dan soshum).

Pada hari yang sama, UR juga menggelar kuliah umum bagi mahasiswa baru UR yang telah diterima melalui jalur SNMPTN, dan PBUD. Kegiatan yang rutin digelar setiap tahun tersebut, dikatakan Aras, bertujuan agar mahasiswa baru yang sudah tidak diterima tidak mengikuti kembali ujian SBMPTN.

"Ini merupakan cara agar mereka (mahasiswa baru) tidak menfikuti tes SBMPTN lagi," terangnya.

Kuliah umum yang wajib diikuti tersebut digelar dua hari 18-19 Juni, di lapangan Mini Soccer UR. Pada kuliah umum itu, mahasiswa baru, diberikan berbagai meteri, di antaranya motivasi, peraturan akademis, dan juga kemahasiswaan. Kuliah umum serupa, juga akan diberkan kepada mahasiswa baru yang diterima melalui jalur SBMPTN.

Lebih lanjut, Aras mengatakan, pada hari pertama pelaksanaan ujian, tidak ditemukan kecurangan dari para pengawas. Pada ujian SBMPTN, satu orang pengawas, bertugas untuk mengawasi 10 peserta ujian. Sebelum pelaksanaan ujian, dirinya juga telah mengimbau kepada petugas pengawas, untuk benar-benar teliti pada saat memeriksa identitas peserta.

Hal itu dilakuka guna mencegah upaya terjadinya kecurangan, semisal praktek perjokian. Aras mengatakan, bagi peserta yang ketahuan menggunakan jasa joki pada saat ujian, akan dikenakan sanksi berupa diskualifikasi.

"Jika ada kedapatan joki akan dibatalkan keikutsertaan peserta tersebut dalam SBMPTN," imbuhnya. (*)
Penulis: adi bagus
Editor: zid
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
178714 articles 9 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas