Minggu, 21 Desember 2014
Tribun Pekanbaru

BIMA Terancam Tereleminasi pada Pilgubri 2013

Jumat, 21 Juni 2013 08:30 WIB

BIMA Terancam Tereleminasi pada Pilgubri 2013
MKGR
Indra Muclis Adnan
Laporan: Mayonal Putra

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU
  - Pasangan  balon gubri-wagubri Indra Muchlis Adnan dan Aziz Zainal terancam tereleminasi pada Pilgubri 2013 ini. Pasalnya,  sampai saat ini pasangan tersebut hanya mengantongi 9,36 persen ril dukungan partai politik.  Masih sangat jauh kurangnya dari ketentuan KPU Riau yang menetapkan persyaratan dukungan parpol minimal 15 persen.

Hal tersebut langsung diungkapkan bupati Inhil, Indra Muchlis Adnan saat dihubungi Tribun, Kamis (20/6) kemarin.

Dikatakannya, mencermati konstelasi politik yang sedang berkembang di Riau dewasa ini, sangat kecil peluangnya untuk bisa bertarung dengan pasangan lainnya. Nota bene, pasangan lainnya sudah mempunyai perahu yang jelas, sedangan Indra-Aziz masih berjuang keras.
   
Namun demikian, dia menegaskan terus mengikuti perkembangan politik terkini di provinsi Riau ini. BIMA, sebutan pasangan Indra-Aziz ini tidak pernah menduga  akan terancam sebelum  bertarung.

"Kita hanya punya dukungan 9,36 persen dukungan. Tidak mencukupi dari yang seharusnya. Ini jauh kurangnya dari perhitungan saat mendaftar di KPU Riau, "tegas Indra Muchlis Adnan.
       
Diceritakannya, awalnya ada 26 partai pendukung, dengan total dukungan mencapai 15,67 persen. Namun, setelah di klarifikasi partai politik hanya tersisa 19 parpol. Tujuh partai di antaranya sudah lenyap. Ketujuh partai itu adalah, PBB, PDS, PPIB, PKNU, PPRN, PPD dan Partai Merdeka.

"Angka itulah yang mendepak kita, dari hitungan 15,67 persen menjadi 9,36 persen," katanya.

Khusus untuk PDS, Indra mengaku masih tetap bersamanya. Namun, saat diklarifikasi, ternyatas PDS tidak memenuhi syarat alias TMS. PDS akan bisa menjadi pendukung Indra, bila melengkapi data-data keabsahannya.

"Tetapi saya tidak menemukan data-data itu," katanya lagi.
Kendati demikian, ia mengaku akan tetap  berjuangan pada waktu-waktu terakhir penyerahan berkas persyaratan ke KPU Riau. Malam kemarin, ia bersama Aziz masih berjuang mendapatkan PKPI, sebagai marger partai politik. Ia juga mengaku sudah berkomunikasi dengan ketua umum DPP PKPI Sutiyoso.

Selain itu, satu-satunya kesempatan yang dimiliki pasangan BIMA ini adalah mendapatkan kesepakatan dengan Tengku Mukhtaruddin.
"Hanya ada satu kesempatan lagi, yakni bila Tengku Mukhtaruddin menyerahkan partai pedukungnya kepada saya," ujarnya sembari tertawa.

Begitu juga sebaliknya, jika plann A, yakni maju sebagai balon gubri gagal, maka ia akan mendukung Tengku Mukhtaruddin dalam pertarungan Pilgubri yang berlangsung 4 September lalu.

"Ini sebagai plann B. Namun, kita masih dalam pembicaraan lebih lanjut dengan Tengku Mukhtaruddin," ujarnya.

Untuk sementara waktu, ia bertekad akan terus konsentrasi melaksanakan tugasnya sebagai Bupati Indragiri Hilir (Inhil), sembari melakukan pengamatan dan kegiatan lain yang berhubungan dengan politik.
     
Melencengnya tujuh parpol yang menyebabkan Indra terancam lolos sebagai calon, tidak membuat mantan ketua DPD Partai Golkar Riau ini patah arang. Sedikitpun, akunya tidak berkecil hati kepada DPP partai yang meninggalkannya. Pasalnya, ia sudah berupaya maksimal untuk mendapatkan satu perahu yang bisa berlayar mengarungi Pilgubri 2013.

Jumlah dukungan yang meleset, katanya akan  menjadi acuan untuk menempuh langkah berikutnya. Namun, ia mengaku tetap semangat, agar pendukungnya tetap melakukan konsolidasi intens untuk langkah selanjutnya.

"Kita segera melakukan langkah-langkah lain secara cepat terkait konstelasi politik yang sedang melaju," cetusnya.

Sementara itu, balon wagubri yang akan mendampingi Indra, Aziz Zainal saat dihubungi melalui sambungan selulernya, tidak pernah menjawab. Namun, dari pesan singkat yang dikirimnya, dirinya belum mengetahui hal tersebut.

"Saya belum dapat kabar terkait itu," katanya singkat.

Ketua Dewan Pengurus Provinsi (DPP) PKPI, Alisyahbana Rotonga juga belum mengetahui kalau partainya sedang diperjuangkan Indra masuk menambah persentase dukungannya yang masih kurang. Meskipun, persentase partai ini hanya 0,67 persen.

"Saya belum tahu ada kabar itu. Sejauh ini belum ada instruksi dari Dewan Pimpinan Nasional," ujarnya.

Namun, ia mengakui Indra memang sering mendatangi DPN PKPI di Jakarta. Selain itu, Alihsyahbana Ritonga juga diangkat sebagai koordinator partai non parlemen pendukung Tengku Mukhtaruddin, juga mengaku belum mengetahui rencana Indra akan merapat ke Tengku Mukhtaruddin-Syamsurizal.

"Sama sekali hal itu belum ada pembicaraan ditingkat tim. Karena, semuanya ke Jakarta saat ini. Kita tunggu infonya dulu," katanya. (*)
Editor: zid

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas