• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Tribun Pekanbaru

Plt Sekda Kampar Kawal Damhuri

Rabu, 26 Juni 2013 19:26 WIB

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Damhuri menginjakkan kakinya pertama kali di SMA Negeri 2 Bangkinang, Selasa (25/6) pagi. Menariknya, kepala sekolah (Kepsek) baru dilantik Sabtu (22/6) lalu, didampingi dua pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar.

Damhuri dikawal Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdab) Kampar, Zulfan Hamid, juga Asisten II Setdakab Kampar serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kampar Jawahir.

Mereka masih bertemu Abdul Latief di sekolah itu. Latief, melalui kebijakan Bupati Kampar, dipindahtugaskan ke sebuah sekolah di Kecamatan XIII Koto Kampar. Tribun menanyakan tentang kedatangan Damhuri bersama Zulfan dan Jawahir itu ke Abdul Latief.

Latief mengatakan, ia sempat terlibat diskusi hangat dengan Zulfan dan Jawahir. "Saya sudah menyampaikan tentang penolakan saya dipindah ke XIII Koto Kampar," ujarnya ketika ditemui di SMA 2 Bangkinang, kemarin pagi.

Pada rekaman video perbincangan tersebut, Zulfan dan Jawahir tampak hanya diam. Latief lebih banyak berbicara ke arah pejabat itu. Ia menyebut sikap penolakan terhadap mutasi itu untuk memperingatkan Bupati Kampar, Jefry Noer, agar tidak bertindak semena-mena di dunia pendidikan.

Tergambar, Latief juga menyampaikan, sikap itu untuk melawan kezaliman dilakukan Bupati. "Sekarang, Bapak-bapak, sebelah kakinya di penjara. Saya juga berjuang, kaki saya sebelah di penjara. Perjuangan ini juga untuk membantu Bapak-bapak," katanya.

Hingga akhir perbincangan itu, tak ada sikap dikeluarkan Zulfan dan Jawahir. SK pengangkatan Damhuri jadi Kepsek SMA 2 Bangkinang yang baru tetap tidak berubah. Namun, ia tetap tidak bersedia dipindahkan, walau hanya jadi guru biasa di sekolah itu.

Di hari pertamanya bertugas, Damhuri hanya sebentar berada di SMA 2. Jelang siang, Damhuri sudah tidak di sekolah yang terletak di Jalan Rahman Saleh, Bangkinang itu. Kedatangan Damhuri itu diwarnai aksi penolakan dari siswa SMA 2 Bangkinang.

Aksi unjuk rasa itu digelar di halaman depan sekolah. Suasana riuh bersamaan dengan kedatangan Kepala Kepolisian Daerah (akpolda) Riau Brigjen Pol Condro Kirono ke Bangkinang untuk membuka Turnamen Bola Voli Kapolda Cup.

Awalnya, aksi direncanakan dengan menggelar long march ke Kantor Disdikbud. Namun, kepolisian meminta agar tidak dilakukan turun ke jalan. Para siswa peserta aksi mengabulkannya dan tetap bertahan di dalam pekarangan sekolah.

Seorang siswa, Durahmi mengatakan, para siswa tidak terima jika Latief dipindahkan. Ia menyatakan, kepemimpinan kepsek yang baru, dikhawatirkan akan membuat kualitas sekolah merosot.  "Kami tidak terima ditempatkan kepala sekolah baru di sini," ujarnya kepada sejumlah awak media.

Siswa baru tamat itu mengatakan, penolakan dilatarbelakangi dampak negatif terhadap keabsahan ijazah mereka nantinya. Pasalnya, ijazah mereka akan ditandatangani kepsek baru. Sehingga  berbeda dengan bubuhan tanda tangan pada rapor serta administrasi kelulusan lainnya. Padahal dikeluarkan pada tahun sama dan waktu berdekatan.

 "Kami tidak mau ijazah kami dipermasalahkan karena dibilang palsu," cemas Durahmi.
Ia mengatakan, para siswa akan bertahan selama beberapa hari ke depan sampai tuntutan mereka dikabulkan. Pantauan Tribun, aksi siswa itu dilengkapi dengan beberapa spanduk dan karton berisi tentang kecaman dan hujatan terhadap Bupati Kampar Jefry Noer. Bahkan, mereka menuntut agar Jefry turun dari jabatannya.

Penulis: nando
Editor: zulham
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
183354 articles 9 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas