Senin, 22 Desember 2014
Tribun Pekanbaru

Bendahara KPU Rohul Minta Maaf Telah Bobol Uang Negara Rp 1,7 Miliar

Rabu, 10 Juli 2013 08:41 WIB

Bendahara KPU Rohul Minta Maaf Telah Bobol Uang Negara Rp 1,7 Miliar
ilustrasi/net

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Hengki Seprihadi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dengan mata berkaca-kaca, Heppy Noviardi, Bendahara KPU Rokan Hulu, mengucapkan maaf kepada seluruh masyarakat Rokan Hulu atas perbuatannya membobol APBD Rokan Hulu sebesar Rp 1,7 Miliar.

"Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga besar saya, dan juga kepada seluruh umat Islam, sebentar lagi penjara adalah kediaman saya, saya menjadi begini semata karena berada pada sistem yang salah, saya berbuat salah bukan karena memperkaya diri, seluruh orang boleh mengaudit harta kekayaan saya dan keluarga, adakah saya dan keluarga memiliki kekayaan di luar dua buah sepeda motor dan rumah yang saya tempati yang masih kredit hingga empat belas tahun yang akan datang melalui potongan gaji setiap bulannya," ungkap Heppy lirih.

Dia juga memastikan, bahwa ia tidak memiliki investasi atau dana segar dalam jumlah di atas seratus juta pada posisi hingga hari ini, semua orang dapat mengecek kebenaran ini.

"Dengan berat hati saya membuka di antara orang-orang yang pernah meminta, dana atau diberi dana non bajeter tersebut, di antaranya rentenir inilah yang paling saya benci, oknum Komisioner KPU Kabupaten Rokan Hulu, Sekretaris KPU, bahkan hingga ke staf yang paling rendah, beberapa pejabat di luar KPU, saudara “J”, Bendahara Hibah DPKA Rohul khusus bagi anda agar menjadi perhatian aparat penegak hukum audit kekayaannya karena secara kasat mata saja ada kuat aroma tidak wajar, dan masih banyak pihak lain-lain yang belum akan saya ungkap pada saat ini, akan tetapi akan terungkap di pengadilan nanti," beber Heppy.

Heppy sehari-hari dikenal sebagai ustad kondang di Rokan Hulu. Dia pun akhirnya mengaku sadar telah berada di dalam sistem pemerintahan yang salah.

"Ada banyak hikmah besar yang dapat saya petik dari kejadian ini, inilah cara Allah untuk menyuruh saya berhenti atau keluar dari sistem yang salah, saya menyadari saya tidaklah bersih, saya memiliki banyak noda dan dosa, harus banyak bertobat dengan sebenar-benar taubat, membenahi diri, menata hidup kembali agar diri dan dan keluarga memperoleh ke bahagiaan hakiki dunia akherat," ujar Heppy. (*)

Penulis: Hengki Seprihadi
Editor: zid

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas