• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 30 Oktober 2014
Tribun Pekanbaru

Jalan Garuda Sakti Jadi Kawasan Bersepeda

Selasa, 23 Juli 2013 09:57 WIB
Jalan Garuda Sakti Jadi Kawasan Bersepeda
Tribunpekanbaru/Hendra
Kadisdik Pekanbaru bersama sejumlah jajarannya memakai sepeda di halaman Kantor Disdik, Rabu (16/7). Mulai hari ini, Pemko mencanangkan program Sekolah Bersepeda. Program ini menyasar anak tempatan yang jarak rumahnya tidak jauh dari sekolah

Laporan: Hendra Efivanias

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Mulai Kamis (2/7) mendatang Jalan Garuda Sakti dan sekitarnya akan dijadikan kawasan bersepeda. Hal tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut penerapan Program Sekolah Bersepeda yang dicanangkan Pemerintah Kota Pekanbaru pekan lalu.

"Ini merupakan tindak lanjut dari Program Sekolah bersepeda yang kita canangkan. Untuk tahap awal ini, pemerintah ingin menjadikan Jalan Garuda Sakti menjadi kawasan bersepeda," ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Prof Dr Zulfadil SE MBA kepada Tribun, Senin (22/7).

Pencanangan Sekolah Bersepeda dan kawasan bersepeda akan dilakukan bersama Camat Tampan bersama lurah hingga RT/RW setempat. Masyarakat setempat dilibatkan karena kawasan bersepeda bukan sekedar ditujukan kepada siswa. Diharapkan, warga setempat juga menggalakkan aktivitas bersepeda tersebut.

Namun, untuk tahap awal ini, sekolah menjadi penggerak program tersebut. Apalagi, di sepanjang jalan tersebut terdapat beberapa sekolah. Diantaranya SMAN 12, SMPN 23, SMP Az Zuhra, SDN 37 dan lain-lain.

Kadisdik mengakui tidak ada batasan target untuk mengukur keberhasilan program itu. Namun, setidaknya 40 persen dari jumlah anak tempatan di sekolah-sekolah tersebut menggunakan sepeda ke sekolah. "40 persen saja sudah bagus," tutur dia. Anak tempatan dipilih karena mereka ke sekolah tidak melintasi jalan utama.

Untuk siswa yang tempat tinggalnya sudah lintas kelurahan tidak terlalu ditekankan menggunakan sepeda ke sekolah. Karena selain jarak yang jauh, keselamatan di jalan juga cukup rawan. Seiring dengan program ini, sekolah juga diminta memperketat penggunaan sepeda motor pada siswanya. Apalagi, perkiraan Disdik 20 hingga 25 persen siswa saat ini pergi ke sekolah memakai sepeda motor.

Ditanya terkait fasilitas pendukung Program Sekolah Bersepeda, Zulfadil mengaku hal itu tetap diperhatikan pemerintah. Namun, di tahap awal ini pihaknya akan mulai pada aktivitas bersepeda dulu. "Terkait jalannya nanti dulu," tutur dia. Zulfadil menegaskan, Walikota sudah mengisyaratkan akan membuat jalan khusus sepeda.

Untuk mensukseskan program tersebut, Disdik membuat pola pancingan. Misalnya, jika Disdik membantu 10 unit sepeda, diupayakan sekolah juga menyediakan dengan jumlah yang sama.

Disamping itu, Disdik juga membenarkan sekolah menjual sepeda kepada siswa yang berminat. Namun, harga jual harus 50 persen dari harga pasaran. Disamping itu, siswa diperkenankan mencicil pembayaran. "Hal ini dilakukan dengan catatan hasil penjualan harus dibelikan sepeda lagi," tutur dia.

Menurut Kadisdik, menjual sepeda ini tidak menyalahi aturan. Karena tujuannya untuk membuat program Sekolah Bersepeda berkelanjutan. Penjualan itu juga tidak diharuskan bagi anak miskin. Tapi untuk anak-anak dari keluarga yang tergolong mampu.

Zulfadil menegaskan, yang diperbolehkan menerima sepeda bukan hanya anak kurang mampu tapi juga yang mampu. Hal ini berguna menghilangkan pandangan negatif bahwa yang naik sepeda ke sekolah adalah orang miskin. "Jadi kalaupun siswa mampu tetap diperbolehkan membeli sepeda dari sekolah. Karena hasil penjualan inilah yang dipakai untuk memperbanyak unit," kata dia.

Rencananya, dalam waktu dekat Disdik akan mengumpulkan sepeda dari sekolah negeri di Pekanbaru. Diperkirakan, dari SD terkumpul 150 unit sepeda, SMP 36 unit, SMA 14 unit dan SMK 7 unit. "Suratnya sudah diedarkan dan sekolah berkomitmen menjalankannya," ungkap Zulfadil. Diupayakan sebelum lebaran sepeda itu sudah diserahkan ke siswa.  Selain sekolah, ada juga pihak swasta dan BUMD yang mau menyumbang. (*)

Penulis: Hendra Eifivanias
Editor: zid
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas