• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 22 Oktober 2014
Tribun Pekanbaru

Tiga Bulan Jembatan Sei Bonca Terlantar

Senin, 29 Juli 2013 19:33 WIB

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR TIMUR - Warga Dusun Jawi-jawi, Desa Koto Perambahan, Kecamatan Kampar Timur, kesal. Aktivitas mereka terganggu sejak sebuah jembatan di daerah itu mulai direnovasi, April 2013 lalu. Pelaksanaannya terbengkalai dan belum menunjukkan perkembangan signifikan.

Bahtiar, warga setempat, menuturkan, jembatan itu dikenal dengan Jembatan Sei Bonca Buntau. Jembatan itu merupakan satu-datunya urat nadi masyarakat dalam beraktivitas. Jembatan tersebut sebagai penghubung ke Desa Palung Raya dan Jalan Raya Bangkinang-Pekanbaru.

"Misalnya, untuk bawa hasil panen (kelapa) sawit dan karet. Harus lewat dari jembatan itu paling dekat," kata Bahtiar kepada Tribun, Minggu (28/7) siang. Tertutupnya jalan karena renovasi jembatan, terpaksa warga harus keliling lewat Desa Padang Mutung. Bahtiar mengatakan, kondisi demikian sudah berlangsung tiga bulan. Masyarakat kesal karena pengerjaan tidak kunjung dilanjutkan. Padahal, sebagian material bangunan sudah tiba di lokasi.

"Tapi tidak ada yang bekerja. Pernah ada dua orang dari Dinas PU (Bina Marga) datang, tapi langsung pergi," katanya. Bahtiar mengatakan, pengerjaannya baru menanam satu batang beton penyanggah di dasar sungai. Selain itu, kontraktor diketahui PT Langgini Perkasa juga tidak memasang papan pengumuman proyek di lokasi kerja. Sehingga, nilai dan lama masa kerja tidak diketahui.

Bahtiar menuturkan, memang renovasi jembatan kayu menjadi beton sudah lama didambakan. Setelah beberapa kali diajukan, baru terealisasi pada APBD 2013 ini. "Tapi seharusnya cepatlah dikerjakan. Ini, masyarakat tidak bisa lewat. Sementara tidak mulai dikerjakan," kesalnya.   

Berdasarkan data diperoleh Tribun dari alamat situs lpse.kamparkab.go.id, lama pekerjaan memang tidak dicantumkan. Namun, benar tender dimenangkan PT Langgini Perkasa dan berhasil menyisihkan 61 perusahaan konstruksi lainnya.

Secara jelas nama paket proyek itu, Pembangunan Jembatan Beton Sei Bonca Buntau Desa Koto Perambahan 22 meter. Langgini Perkasa menang pada angka Rp 2.178.849.217 dari nilai pagu Rp 2.859.246.895.

Penandatanganan kontrak kerja dengan Dinas Bina Marga dan Pengairan dilaksanakan pada 17 April 2013 lalu, pukul 23.59 WIB. Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan,  Chairussyah membantah, pengerjaan jembatan tersendat.

Ia menjelaskan, pengerjaannya masih berlanjut hingga habis masa kerja sebagaimana diatur dalam kontrak. "Biasa jembatan enam bulan itu," katanya ketika ditanya lama bekerja.
Menurut Chairussyah, pengerjaan menjadi lama karena dasar sungai sangat lunak. Oleh karena itu, pancang beton sebagai penyanggah lantai jembatan harus dibuat kokoh. Satu pancang sudah selesai. Pemasangan pancang lainnya ditarget akan selesai dua atau tiga hari.

"Saya sudah ingatkan PPTK. Kerjaan itu harus selesai dan meminta kontraktor supaya diselesaikan tepat waktu," ujar Chairussyah.  Eka Sumahamid mengatakan, kendalanya terletak pada pemasangan pancang beton. Ia berkilah, pemasangan pancang akan dilakukan bila pancang tiba di lokasi.

Penulis: nando
Editor: zulham
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
204064 articles 9 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas