• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 21 Oktober 2014
Tribun Pekanbaru

Eka: Siapa Bilang Perusahaan Saya Bermasalah

Selasa, 30 Juli 2013 19:53 WIB

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - EKa Sumahamid tidak terima perusahaannya masuk dalam kategori bermasalah dan daftar hitam. Ia mengklaim, permasalahan bukan datang dari perusahaannya sendiri. Ia berkilah soal waktu.

Bantahan itu terkait pemberitaan Tribun, sebagaimana pernah jadi polemik di Dinas Kesehatan Kampar. Pada 2011 silam, PT Langgini Perkasa yang dimiliki Eka ditetapkan oleh satuan kerja tersebut masuk daftar hitam.

Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Dinas Kesehatan sendiri. Pernyataan itu juga terkait proyek pembangunan Puskesmas Plus di Petapahan, Tapung. Oleh PT. Langgini Perkasa, pengerjaan proyek itu tidak selesai pada tahun anggaran 2011.

Akibatnya, Komisi IV DPRD Kampar melakukan tinjauan lokasi. Bahkan, Dewan menuding ada rekayasa  pelaporan pelaksanaan proyek saat itu. "Waktu itu saya tanyakan langsung ke Kadis. Dibilang, kami (Dinkes) tidak ada bilang seperti itu (black list)," ujar Eka kepada Tribun, Senin (29/7) sore.

Ditanya mengapa ia tidak memberi klarifikasi ke publik lewat media kala itu, ia berdalih, berita sudah terbit sepekan sebelumnya. Eka menyatakan, jika memang benar masuk daftar hitam, maka perusahaannya akan diklaim tidak mendapat asuransi.

Sehingga, legalitas perusahaan dimiliki Sekretaris DPD II Golkar ini tetap sah dalam mengerjakan proyek pembangunan jembatan beton di Desa Koto Perambahan, Kecamatan Kampar Timur. Ketua KNPI Kampar ini juga membantah jika disebut proyek pembangunan jembatan senilai hampir Rp 3 miliar itu tersendat.

Ia menjelaskan, pengerjaan proyek itu tetap berlanjut. Ia meminta agar tidak begitu percaya terhadap laporan masyarakat. "Cross check ke lapanganlah. Kalau benar, nggak masalah," kata Eka. Ia membantah jika disebut tidak ada pekerja berada di lokasi proyek. "Siapa yang bilang. Posko saya ada di lokasi itu," jelasnya.

Menurutnya, pengerjaan jembatan tergantung pada pancang besi sebagai penyangga tiba di lokasi. Menurutnya, pancang yang sudah ada di lokasi proyek, baru saja tiba. Setelah pancang besi tiba, barulah pengerjaan dimulai.

Penulis: nando
Editor: zulham
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
204754 articles 9 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas