Hari Ini Sidang Gugatan WIN di DKPP

Pasangan bakal calon perseorangan Wan Abubakar-Isjoni (WIN) masih optimistis bisa masuk menambah bursa cagubri

Hari Ini Sidang Gugatan WIN di DKPP
Antara/FB Anggoro
Pasangan Wan Abu Bakar-Isjoni (WIN) Maju di Pilkada Riau Dari Jalur Independen

Laporan: Mayonal Putra

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Meskipun tahapan Pilgubri 2013 sudah masuk masa kampanye, namun pasangan bakal calon perseorangan Wan Abubakar-Isjoni (WIN) masih optimistis bisa masuk menambah bursa calon yang ikut bertarung 4 September mendatang. Pasangan ini tetap berjuang hingga ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Jakarta dengan persiapan dokumen yang lebih matang.

Menjelang berangkat ke Jakarta, Wan Abubakar sempat ditemui Tribun di rumahnya, Senin (19/8) kemarin. Ia menegaskan, hari ini bakal digelar sidang pertama di DKPP terkait penggugurannya di KPU Riau.

"Dalam ketentuan KPU Riau bahwa calon perorangan, WIN sudah dinyatakan gugur. Itu tidak benar dan hanya versi KPU Riau. Kita menganggap belum mengatakan gugur, dan jangan sekali-kali KPU Riau menyatakan WIN sudah tiada," tegas Wan Abubakar.

Ia juga tegas menantang KPU untuk mengadu kebenaran di tingkat DKPP. Alasannya, hasil sidang di DKPP merupakan keputusan hukum mengikat yang lebih tinggi. Hal itu sedang berproses. Sementara itu, katanya KPU Riau lemah dan tidak sempurna memahami keputusan PTUN  Pekanbaru yang memenangkan gugatan WIN sebelumnya.

"Itu salah satu faktor kita menganggap tidak sah pernyataan KPU yang mengatakan kita gugur," ujar anggota DPRRI itu.

Menurutnya, KPU Riau juga inkonsistensi memahami proses yang sedang berlangsung di DKPP. Begitu juga inkonsistensi memahami aturan verifikasi faktual perbaikan yang dilakukan sebagai eksekusi terhadap putusan PTUN Pekanbaru. Misalnya, dalam aturan tidak pernah ada kewajiban pengisian form tabel bantu dalam verifikasi faktual, namun KPU Kabupaten Kota menjadikan hal tersebut sebagai kewajiban.

"Padahal sebelumnya KPU secara terang mengatakan bahwa tabel bantu bukanlah kewajiban yang harus dipenuhi berdasarkan tuntutan undang-undang. Tetapi dukungan kami dianggap tidak sah gara-gara KPU Kabupaten/kota meberatkan hal tersebut," katanya.

Digelarnya sidang pertama oleh DKPP, katanya karena tuntutan WIN dikabulkan sebagai tempat pengujian kebenaran kedua belak pihak.  Artinya, tuntutan WIN  memenuhi syarat. Dalam sidang DKPP, akan diminta pertangungjawaban KPU menggugurkan WIN.

Oleh karenanya, KPU diminta fokus menghadapi gugatannya yang sudah menjadi agenda di DKPP. Jika sekiranya WIN diloloskan,
KPU harus legowo menerima keputusan tersebut, karena keputusan bersifat mengikat.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Zul Indra
Sumber: Tribunnews
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help