• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 2 Agustus 2014
Tribun Pekanbaru

Panwaslu Temukan Money Politik Kampanye Cagub

Senin, 26 Agustus 2013 09:48 WIB
Panwaslu Temukan Money Politik Kampanye Cagub
ilustrasi/net

Laporan: Alee Kitonama

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Memasuki hari kedelapan masa kampanye calon gubernur dan wakil gubernur Riau, sejumlah pengawas pemilu di kabupaten kota menemukan indikasi pelanggaran berupa money politik yang dilakukan beberapa pasangan calon di berbagai tempat.

Hal tersebut dilakukan pasangan calon saat berkunjung ke rumah masyarakat, mau pun lembaga pendidikan. Di Pekanbaru masalnya, pada tanggal 18 Agustus lalu, salah seorang kandidat mendatangi SMA 2 Pekanbaru, tepatnya di kecamatan Payung Sekaki.

Dikatakan anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Pekanbaru, Bustami Ramzi, hal tersebut memang berindikasi kepada kampanye bagi-bagi uang. Karena dari informasi yang dihimpun Panwaslu Pekanbaru, kandidat tersebut memang membagi-bagikan uang setelah upacara bendera.

"Kita sudah kumpulkan data dan informasi, dan kita juga sudah pelajari kasusnya. Senin atau Selasa (27/8) ini akan kita panggil calon yang bersangkutan untuk melakukan klarifikasi. Jika memang terbukti yang bersangkutan membagi-bagi uang, maka hal tersebut akan kita tindak lanjuti, dengan melanjutkannya ke Bawaslu Riau, dan kemudian ke Sentra Gakumdu," ujar Bustami kepada Tribun, Minggu (25/8).

Hal serupa juga terjadi di Kabupaten Kuantan Singingi. Tempat sekolah juga menjadi sasaran bagi salah satu pasang calon untuk membagi-bagikan uang. Seperti yang dikatakan anggota Panwaslu Kuansing, Ahdanan Saleh, menurutnya, pasangan calon juga memanfaatkan sekolah sebagai tempat bagi-bagi uang.

"Kita menemukan adanya pemberian uang dalam bentuk bantuan dari pasangan calon ke sekolah-sekolah, dalam masa kampanye pasangan tersebut di daerah Kuansing. Kita masih menunggu laporan dari KPU Kuansing. Kabarnya akan ada laporan dari KPU terkait masalah itu ke Panwaslu. Jika hal tersebut benar dan terbukti, maka ini akan kita tindaklanjuti sebagaimana prosedurnya," ungkap Ahdanan yang memegang divisi penanganan dan pelanggaran ini.

Dikonfirmasikan ke ketua Bawaslu Riau, Edy Syarifuddin mengatakan, hal tersebut bisa dilanjutkan proses hukunya, karena masuk dalam kategori tindak pidana pemilu.

"Prosesnya di Panwas masing-masing jajaran. Karena Sentra Gakumdu juga tersedia di Panwaslu kabupaten kota. Kalau memenuhi unsur formil dan materil, dan sudah dikaji di Panwaslu melaui pleno, maka bisa ditindaklanjuti," ujar Edy.

Terpisah, pengamat politik dari Universitas Riau (UR) Adlin mengatakan, persoalan bagi-bagi uang dalam kampanye diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum nomor 69 tahun 2009 tentang pedoman teknis kampanye pemilu kepala daerah dan wakil kepala daerah, yaitu di pasal 53 ayat 1 poin J.

"Di sana disebutkan, tim, peserta, dan petugas kampanye dilarang menjajikan atau memberikan uang, atau materi lainnya kepada peserta kampanye," sebut Adlin.

Menurut Adlin, jika persoalan berujung ke Mahkamah Konstitusi (MK) nantinya, dan calon terbukti melanggar, maka kemenangan kandidat yang menang tersebut bisa dibatalkan kemenangannya, atau bisa juga dilakukan Pilkada ulang.

"Segela pemberian dilarang. Kecuali pemberian alat peraga, misalnya baju, topi, atau jam dinding yang berlogo pasangan tersebut. Tapi kalau dalam bentuk sembako atau kebutuhan lainnya itu tidak boleh," ujar Adlin.

Adlin menambahkan, tindakan pemberian uang oleh kandidat merupakan sikap yang tidak mendidikan masyarakat, dan mengajarkan hal yang sangat buruk. Karena dengan memberikan uang, sudah memberikan tanda bahwa calon adalah kandidat yang korup.

"Itu adalah calon koruptor, karena kecendrungan memberikan uang hanya dilakukan oleh kaum penjahat yang menginginkan kekuasaan. Ia akan melakukan segala hal untuk menjadi orang nomor satu. Setelah uang dihambur-hamburkan, maka setelah menjabat nanti, ia pun akan berupaya untuk mengembalikan modalnya yang sudah terpakai. Oleh sebeb itu masyarakat harus jeli dalam memilih pemimpin. Jangan pilih calon pemimpin yang memberikan uang," tutup Adlin. (*)

Penulis: alexandr_frei
Editor: zid
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas