Rabu, 6 Mei 2015

Dua Perusahaan di Pekanbaru Dibongkar 4 Perampok

Senin, 2 September 2013 09:08

Dua Perusahaan di Pekanbaru Dibongkar 4 Perampok
Internet
Ilustrasi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Aksi Perampokan membongkar rumah toko (ruko) yang dijadikan kantor kembali terjadi di Pekanbaru. Kali ini, Minggu (1/9) sekitar pukul 02.15 sebuah ruko yang dijadikan kantor oleh PT Bandar Teguh Abadi (BTA) dan PT Armada Maritim Nusantara (AMN) di Jalan Tanjung Datuk Ujung No 276, Lima Puluh, Pekanbaru yang berhasil disatromi 4 kawanan rampok menggunakan senjata tajam.

Dalam aksinya itu pelaku berhasil membawa kabur uang dalam 3 brankas senilai Rp 300 juta lebih setelah berhasil melumpuhi dan menyekap petugas security Ilyas (49) yang piket dini hari itu.

Informasi yang berhasil dirangkum dilapangan, Minggu dini hari itu Ilyas yang jaga malam sedang nonton TV di Pos Satpam dan temannya Tambunan pulang makan kerumah. Sedang asik nonton tiba-tiba masuk empat orang dengan membawa senjata tajam (Tajam) kedalam pos dan langsung menodongkan sajam ke arah Ilyas sambil diancam bunuh.

Merasa ketakutan dan takut dibunuh Ilyas hanya pasrah. Selanjutnya pelaku mengikat dan menyekap Ilyas didalam pos. Setelah berhasil melumpuhkan petugas keamanan pelaku yang diduga masuk dengan cara memanjat tembok samping kantor langsung masuk kedalam kantor dan naik ke lantai III.

Sesampainya dilantai III pelaku masuk ke ruang kasir dan membongkar 3 buah brankas yang berada dalam ruang kasir tersebut. Setelah berhasil membongkat ke tiga brankas, pelaku dengan leluasa mengambil uang tunai senilai Rp 273 juta, dan uang dolar Amerika senilai 19.130 dolar, dolar Singapura senilai 361 dolar. Serta emas batangan seberat 100 gram.

Selain itu pelaku juga mengambil 1 unit HP milik Ilyas. Berhasil mengambil uang dalam 3 buah brankas itu pelaku langsung kabur meninggalkan lokasi.

Sementara itu Tambunan yang pulang makan kerumah mendapat kabar kantornya dirampok dan ia bergegas ke kantor. Sesampainya dikantor ia menemui Ilyas dalam kondisi mulut dilakban dan tangan diikat. Selanjutnya Tambunan bergegas melepaskan ikatan Ilyas dan menghubungi pimpinannya. Lalu melaporkan kejadian itu ke Polsek Lima Puluh.

Halaman12
Penulis: Rino Syahril
Editor: Zul Indra
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas