Rabu, 5 Agustus 2015

Riau Berpotensi Kembangkan Energi Terbarukan

Kamis, 12 September 2013 22:08

Riau Berpotensi Kembangkan Energi Terbarukan
Tribunpekanbaru.com/NAS
Petani kelapa sawit 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Riau merupakan salah satu daerah yang mempunyai potensi energi biomassa terbesar yang dapat digunakan sebagai pembangkit listrik. Pemanfaatan limbah dari perkebunan kelapa sawit seperti limbah cair, tandan kosong dan cangkangnya akan mampu menghasilkan energi listrik. Jika potensi tersebut dapat dimaksimalkan, maka persoalan kekurangan energi listrik yang selama ini terjadi akan dapat ditanggulangi.

Berdasarkan data Dinas Perkebunan Provinsi Riau, ketersediaan limbah cair sawit kini bisa memproduksi 261 Mega Watt (MW) listrik dan 340 MW dari limbah padat. Limbah padat dan cair sawit Riau tersebut berasal dari 174 pabrik kelapa sawit (PKS). Melimpahnya sumber energi yang berasal dari biomassa seharusnya dapat menjadi perhatian lebih oleh pemerintah dalam mengelola sumber daya energi yang terbarukan dan berkelanjutan.

Biomassa adalah sumber energi yang mengacu pada bahan biologis yang berasal dari organisme yang belum lama mati. Ada tiga jenis proses yang digunakan untuk mengkonversi biomassa menjadi bentuk yang energi yang berguna yaitu: konversi termal dari biomassa, konversi kimia dari biomassa, dan konversi biokimia dari biomassa.  Dibandingkan bahan bakar fosil, pembangkit listrik dengan energi dari biomassa juga dapat mengurangi emisi karbon.

"Program pemanfaatan energi terbarukan biomassa sendiri telah dimulai oleh PTPN V dengan memproduksi listrik sebesar 2 MW dan PT Musimas sebesar 1 MW. Ke depannya diharapkan akan lebih banyak lagi dibangun pembangkit listrik serupa terutama untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi perusahaan itu sendiri dan masyarakat sekitar," ujar Kepala Dinas Perkebunan Riau, Zulher, saat dihubungi oleh Tribun, Kamis (12/9).

Saat ini, sistem kelistrikan Riau yang menjadi bagian dari sistem kelistrikan Sumatera bagian tengah membutuhkan pasokan daya sebesar 450 MW. Menurut General Manajer Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Riau dan Kepulauan Riau, Doddy Benyamin Pangaribuan, permasalahan kekurangan  energi listrik yang terjadi saat ini tidak bisa dihindari karena pasokan daya dari pembangkit listrik lainnya yang tergabung dalam sistem interkoneksi tersebut juga berkurang.

"Defisit listrik yang kita alami saat ini sekitar 30-50 MW. PLN sangat serius mencoba mencari sumber energi alternatif yang terbarukan. Rencananya dalam waktu dekat kita akan siap untuk membeli daya dari perusahaan yang telah memiliki pembangkit listrik biomassa di Riau," ujarnya lebih lanjut.

Di Provinsi Riau, hampir seluruh kabupaten/kota memiliki areal perkebunan sawit yang cukup luas kecuali Pekanbaru, Dumai dan Kepulauan Meranti. Data pada tahun 2013 memperlihatkan bahwa luas perkebunan sawit di Riau mencapai 2,25 juta hektar atau hampir 30 persen dari luas total perkebunan kelapa sawit Indonesia.

Halaman12
Penulis: Melvinas Priananda
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas