Akil Mochtar Ditangkap KPK

Akil Mochtar Bukan Kader Golkar

Partai Golkar menegaskan, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar sudah melepaskan kenggotaanya di partai berlambang pohon beringin

Akil Mochtar Bukan Kader Golkar
TRIBUN/DANY PERMANA
Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Partai Golkar menegaskan, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar sudah melepaskan kenggotaanya di partai berlambang pohon beringin.

Ketua DPP Partai Golkar Hajriyanto Y Tohari mengakui, Akil dulu memang kader Golkar. Akil lalu menanggalkan keanggotannya sebagai kader Golkar, setelah menjabat sebagai hakim MK.

"Karena di MK, jadi hakim konstitusi tidak boleh dirangkap keanggotannya di parpol. Sejak jadi hakim konstitusi tidak lagi aktif jadi kader Golkar," kata Hajriyanto di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (3/10/2013).

Akil Mochtar tidak dapat dilepaskan dari Golkar. Hajriyanto mengakuinya. Ia mengatakan setiap orang punya latar belakang, sesuai profesi.

"Tidak mungkin orang tidak memiliki latar belakang. Yang penting begitu isi jabatan publik untuk tidak rangkap jadi anggota parpol, maka harus melepas atribut partai," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, penyidik KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap lima orang pada Rabu (2/10/2013) pukul 22.00 WIB.

Ketiganya adalah Ketua MK Akil Mochtar, anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Chairun Nisa, dan CN yang diduga pengusaha. Mereka ditangkap di rumah dinas Akil Mochtar, Perumahan Widya Chandra III Nomor 7, Jakarta Selatan.

CHN dan CN ditangkap oleh penyidik KPK, usai serah terima uang dolar Singapura senilai sekitar Rp 3 miliar dengan AM, di rumah dinasnya.

Uang miliaran rupiah diduga terkait perkara sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, yang berproses di MK.

Penangkapan berlanjut di sebuah Hotel Red Top, Jakarta Pusat. Dari hotel itu, penyidik KPK menangkap dua orang, yakni Hambit Binti alias HB, calon Bupati Gunung Mas, dan DH dari pihak swasta. Kini, kelimanya masih menjalani pemeriksaan di kantor KPK dengan status terperiksa. (*)

Editor: Zul Indra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved