Penampilan Raja Penyair Pinto Janir Sukses Pukau Penonton

Penampilan si Raja Penyair, Pinto Janir sukses memukau para penonton Konser Puisi Akulah Sang Raja

Penampilan Raja Penyair Pinto Janir Sukses Pukau Penonton
ist
Si Raja Penyair Pinto janir membawakan puisi Akulah Sang Raja yang diiringi musik tradisi dari Indojati pimpinan Papi Monon

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Penampilan si Raja Penyair, Pinto Janir sukses memukau para penonton Konser Puisi Akulah Sang Raja yang digelar di taman budaya Padang persis di ujung tahun 2013.

Diiringi musik tradisi dari Indo Jati, Sang Raja yang ditantang sejumlah penyair muda yang tergabung dalam Forum Aktif Menulis (FAM) Sumbar Indonesia itu juga disemarakkan sejumlah pemuka penyair nasional seperti Leon Agusta, mantan pembaca puisi terbaik Indonesia Harmen Suhasril, Penyair si Maling Kondang Syarifuddin Arifin, pemuka teater Rizal Tanjung, budayawan Emral Djamal, Penyair Riau Murdock, penyair Sulaiman Juned, Teuku. Dari FAM Sang Raja dihadang oleh beberapa penyair seperti Denni Meilizon, Muhammad Fadli, Desri Reza, Befaldo Angga, Refdinal Muzam, Amika AN, Nur, Hasan, Irwan serta Pimpinan FAM Indonesia Muhammad Subhan.

Malam itu, acara yang diprotokoli Andre dimulai dengan membacakan narasi tulisan Pinto janir tentang mengapa Aku Berpuisi yang dibacakan bersama-sama oleh Pinto dan Syarifuddin Arifin dalam ilustrasi pantomim dari Komunitas Seni Nan Tumpah pimpinan Mahatma Muhammad.

Selanjutnya, Pinto membawakan puisi Akulah Sang Raja yang diiringi musik tradisi dari Indojati pimpinan Papi Monon. Dalam menghadang belasan penyair, antara lain Pinto Janir membacakan kumpulan puisinya “Akulah Sang Raja” antara lain puisi Keparat Berlagak Malaikat, Negeri Sarang Pelawak, Negeri Kata-kata, Sim Salabim, PLN Bukan Matahari Ia Bulan dll.

“Pinto, puisi, musik, tetater dan gerak menjadi satu. Saya suka dengan cara baru Pinto yang membawakan puisi dalam hentakan musik yang garang. Itu baru namanya konser puisi. Dalam blues ia berpuisi, dalam rock’n roll ia berpuisi. Gila. Ia selalu total dalam berpuisi. Ia membawa warna baru dalam pembacaan puisi di tanah air,” kata Armen Suhasril, pembaca puisi yang menghidupkan nilai taater di panggung puisi.

Konser puisi itu makin sempurna ketika penyair dan budayawan legendaris Leon Agus tampil membacakan puisi Huesca, karya John S terjemahan Chairil Anwar. Penyair Syarifuddin menghadang “Raja” dengan puisi Maling Kondang. Lalu Refdinal Muzam menghentak dalam Bacakanlah Kekasih. Denni Meilizon penyair Rembang Petang menghadang raja dengan puisi Abal-abal.

“Menulis adalah mainan orang cerdas. Puisi adalah lembaga pelatihan perasaan. Kedengkian, kekotoran tersikat oleh kekuatan puisi. Puisi adalah jiwa, puisi adalah hati, puisi adalah lapisan keindahan di ruang sebelah kanan dari otak kita. Bahwa, puisi adalah bahasa sastra yang paling jujur. Bilamana kedustaan dan kejahatan berserak di atas tanah kita, itu sebuah tanda bahwa puisi telah ditinggalkan dan para pujangga telah terlemparkan!,” ujar Pinto Janir yang kini sedang gencar melakukan Gerakan Sastra Ayo Menjadi Penyair dengan berkeliling ke mana-mana untuk melakukan “kampanye” puisi di tengah kehidupan yang gelisah.

Mengapa Konser Puisi Akulah Sang Raja digelar di akhir tahun? “Harapan kita, tahun 2014 bangsa ini lebih memperhatikan pembangunan bidang kebudayaan, khususnya seni dalam ruang sastra puisi. Bila pemerintah peka terhadap pembangunan kebudayaan, niscaya segala kebimbangan,kerisauan di tengah kehidupan sosial akan terjawab. Membangun kebudayaan, membangun kesenian, berarti kita sedang berupaya melepaskan diri dari segala derita yang menjerat. Kebudayaan menebarkan efek di berbagai rupa kehidupan kita!,” jelas Pinto Janir. (rls)

Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved