Nasib Mantan Karyawan RAL Masih Terkatung-Katung.

Sampai kini, nasib mantan karyawan PT Riau Air Line (RAL) masih terkatung-katung

Nasib Mantan Karyawan RAL Masih Terkatung-Katung.
istimewa
Riau Air Lines

Laporan wartawan Tribunpekanbaru.com: Budi Rahmat

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU- Sampai kini, nasib mantan karyawan PT Riau Air Line (RAL) masih terkatung-katung. Meski sudah ada peluang untuk sita eksekusi aset RAL, namun itu belum cukup membayar pesangon mantan karyawan saah satu BUMD riau tersebut.

"Sampai sekarang belum ada kejelasan. Kami masih mengusahakan mengumpulkan aset-aset RAL yang masih bisa dilelang, " ujar mantan karyawan RAL, Abel Gultom, Minggu (23/3/2014)

Selain mengiventaris aset-aset RAL, menurutnya, usaha untuk bertemu dengan gubernur riau juga terus dilakukan. " Semoga saja gubernur mendengarkan aspirasi kami, " imbuh Abel.

Sebelumnya, Pengadilan negeri Pekanbaru akan kabulkan sita aset PT Riau Air Line (RAL) sebagai ganti pesangon mantan karyawannya. Langkah itu diambil setelah sidang Anmaning ketiga terkait perkara manajemen RAL dengan mantan karyawannya, kembali gagal dilaksanakan, Selasa (25/2) lalu.

Hakim sidang yang juga Kepala PN Pekanbaru, Bachtiar Sitompul menyebutkan, langkah selanjutnya yang dilakukan adalah sita eksekusi atas semua aset RAL.

"Ya, kita laksanakan langkah sita eksekusi atas aset RAL. Ini setelah sidang Anmaning ketiga juga gagal dilaksanakan, " ujarnya.

Sidang gagal terlaksana karena pihak tergugat yakni manajemen RAL tidak hadir dipersidangan. Pantauan Tribun, sidang semestinya dilaksanakan pukul 09.00 WIB, namun sampai pukul 11.00 WIB pihak tergugat tidak kunjung menampakkan batang hidungnya. Kondisi serupa juga terjadi pada dua persidangan sebelumnya.

Untuk sita aset RAL tersebut, PN akan menunggu surat pengajuan dari penggugat, yakni mantan karyawan RAL.

Kuasa hukum mantan karyawan PT Riau Air Line (RAL) menyebutkan, sesegera mungkin kliennya akan memasukkan surat permintaan sita eksekusi aset RAL.
Saat ini masih dilakukan penghitungan pada aset-aset RAL yang masih ada.

"Segera mungkin kita masukkan surat sita eksekusi aset RAL. Kita hitung dulu berapa nilai aset RAL yang masih ada, " terang kuasa hukum mantan karyawan RAL, Dien.(*)

Penulis: Budi Rahmat
Editor: Zul Indra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help