Di Pilkada, Pemilih Dilarang Pindah Memilih

KPU kabupaten/kota bakal kembali mendata ulang pemilih di daerah masing-masing

Di Pilkada, Pemilih Dilarang Pindah Memilih

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -- Dalam tahapan Pilkada di beberapa daerah tahun 2015 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten/kota bakal kembali mendata ulang pemilih di daerah masing-masing. Karena jumlah pemilih terus berubah berdasarkan perkembangan dan pertumbuhan penduduk.

Pendataan ulang pemilih juga bertujuan untuk memperkirakan anggaran yang dibutuhkan untuk Pilkada, sebelum diajukan ke pemerintah daerah masing-masing. Karena perkiraan anggaran juga bergantung pada jumlah pemilih yang akan ikut berpatisipasi saat pemungutan suara nantinya.

Berbeda dengan Pileg atau Pilpres, pemilih yang didata adalah warga tempatan. Artinya, tidak ada lagi istilah pindah memilih di Pilkada. Karena yang dipilih adalah kepala daerah di tempat tersebut, dan dipilih langsung oleh masyarakat setempat.

"Kalau Pileg dan Pilpres syaratnya WNI. Kalau Pilkada syaratnya harus warga setempat. Memilih menggunakan KTP tetap bisa, tapi harus menggunakan KTP yang berdomisili di tempat tersebut. Pindah memilih tidak bisa di Pilkada," kata Ketua KPU Riau, Nurhamin.

Ditambahkan Nurhamin, secara bergantian KPU kabupaten/kota sudah datang untuk berkonsultasi ke KPU Riau. KPU Riau mengingatkan, agar masing-masing kabupaten/kota membuat tahapan sesuai dengan anggaran. Masing-masing KPU juga diingatkan harus mencocokkan nomenklatur anggaran di daerah masing-masing.

"Mereka sudah perlihatkan draff secara umum pada kita. Masih ada yang belum lengkap. Termasuk pembiayaan yang harus dirincikan," jelas Nurhamin. (*)

Penulis: Alex
Editor: Zul Indra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help