Gaji Kurang, Petugas Kebersihan Nyambi Jadi Pengedar Ganja

Karena gaya hidup tidak sesuai dengan pendapatan, Rohman yang bekerja sebagai petugas kebersihan justru menjadi pengedar ganja

Gaji Kurang, Petugas Kebersihan Nyambi Jadi Pengedar Ganja
Internet
Ilustrasi

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Rohman alias Wowok (25), warga RT 01/06 Cinere, Depok, Jawa Barat terpaksa berurusan dengan polisi.

Karena gaya hidup tidak sesuai dengan pendapatan, Rohman yang bekerja sebagai petugas kebersihan justru menjadi pengedar ganja untuk memenuhi kebutuhannya.

Kanit Reskrim Polsek Jagakarsa, Iptu Hari Subeno mengatakan, penangkapan Wowok bermula dari informasi masyarakat soal peredaran narkoba di kawasan Jagakarsa.

Bermodal laporan tersebut, Tim Buru Sergap (Buser) Polsek Jagakarsa pun diterjunkan untuk menelusuri jejak petugas kebersihan di salah satu perusahaan di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Pengintaian selama beberapa hari akhirnya berbuah manis, Wowok pun akhirnya ditangkap di sebuah rumah di RT 01/06 Cinere, Depok, Jawa Barat pada Kamis (18/9/2014) sekira pukul 23.00 WIB.

Usai melakukan penangkapan, Tim Buser pun melakukan penggeledahan pada tubuh dan rumah tersangka sehingga berhasil menemukan satu bungkusan ganja kering siap edar seberat satu kilogram.

"Pengakuan tersangka kalau ganja itu didapatkan dari seorang pemasok yang sekarang sudah masuk dalam DPO (Daftar Pencarian Orang-red). Satu kilogram ganja dipecah menjadi 50 paketan kecil yang dijual seharga lima puluh ribu per paketnya," jelasnya.

Kepada polisi Wowok pun mengaku khilaf menjadi pengedar narkoba. Ia baru sebulan jualan ganja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya selama ini.

"Dia mengaku kalau jadi pengedar karena gajinya sebagai OB (Office Boy-red) tidak cukup buat kebutuhannya sehari-hari, kami coba kembangkan kesaksian ini, karena diketahui kalau tersangka masih bujangan," jelasnya.

Atas perbuatannya tersebut, Wowok kini harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Jagakarsa, dirinya dijerat Pasal 114 Jo 112, UU Nomor. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal lebih dari lima tahun penjara.

Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved