'Rasanya Seperti Kiamat. Orang Berhamburan, Tangisan Dimana-mana'

"Saya kaget, tiba-tiba seperti ada di dunia lain. Saya ditimpa (tertindih) banyak orang, nggak saya rasain lagi karena setengah sadar".

'Rasanya Seperti Kiamat. Orang Berhamburan, Tangisan Dimana-mana'
Warta Kota/Alex Suban
Bus Karunia Bakti yang mengalami kecelakaan di Tol Jagorawi, ruas Citereup, Kabupaten Bogor dievakuasi dari lokasi kecelakaan, Jumat (19/9/2014). Bus ini terbalik setelah mengalami tabrakan beruntun. Peristiwa tersebut menyebabkan empat orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BOGOR - Dengan suara bergetar, Agus Surianto (32), salah satu penumpang Bus PO Karunia Bakti yang korban kecelakaan di Tol Jagorawi KM 26.500 dari arah Jakarta menuju Kota Bogor, Jumat (19/9/2014) siang menceritakan situasi sebelum peristiwa maut itu terjadi.

"Rasanya seperti kiamat. Saya melihat banyak orang berhamburan, suara kaca pecah, orang teriak-teriak, dan suara tangisan terdengar di mana-mana," katanya.

Agus menumpang Bus PO Karunia Bakti karena hendak pulang ke kampung halamannya di Desa Muara Sanding, Kecamatan Garut Kota, Ka­bupaten Garut, Jawa Barat. Dia kangen dengan Santi, istrinya, dan tiga orang anaknya.

Dia sudah beberapa hari tidak pulang karena sedang melamar kerja menjadi sopir bus. Terakhir Agus bekerja sebagai sopir bus sekolah di Provinsi Riau.

Pria asli Tanjung Morawa, Deli Serdang, Sumatera Utara, itu tak merasakan sesuatu yang aneh saat Bus Karunia Bakti yang ia naiki mulai beranjak dari Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, sekitar pukul 11.00.

Agus duduk di kursi urutan 'tiga' persis di atas ban depan. Di sebelahnya ada seorang perempuan yang tak ia kenal. Penumpang bus diketahui hanya berjumlah 33 orang. Terbilang sepi karena bus itu bisa muat 60 orang penumpang.

Bus melaju mulus di atas aspal Jalan Tol Jagorawi dengan kecepatan sedang. Kondisi lalu lintas juga cukup lancar kemarin siang. Agus pun tertidur. Tanpa ia duga, peristiwa tragis itu pun terjadi.

"Saya kaget, tiba-tiba seperti ada di dunia lain. Saya ditimpa (tertindih) banyak orang, nggak saya rasain lagi karena setengah sadar. Rasanya ada guncangan hebat, nggak terbayangkan," tutur Agus kepada Warta Kota di Rumah Sakit Sentra Medika Cibinong, Jumat (19/9) sore.

Agus baru sadar setelah bus berhenti dalam posisi rodanya di atas. Lelaki berkulit gelap itu berusaha keluar sendiri dari bus. Saking paniknya, dia mengaku lupa apakah keluar lewat kaca yang pecah atau lewat pintu bus. (gps/wid)

Tags
Kiamat
Editor: Muhammad Ridho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved