Setubuhi Siswinya di Ruang UKS, Guru SD Dibekuk Polisi

Syamsu ditangkap petugas di perumahan guru yang ada di lingkungan sekolah tersebut. Saat diamankan, pelaku tidak melakukan perlawanan.

Setubuhi Siswinya di Ruang UKS, Guru SD Dibekuk Polisi
KOMPAS.com / ABDUL HAQ
Syamsu (45) tengah menjalani pemeriksaan di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Bone, Sulawesi Selatan setelah menyetubuhi muridnya. Selasa, (23/09/2014). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BONE - Petugas Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Bone meringkus Syamsu (45), seorang guru SD tersangka cabul terhadap siswinya di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Selasa (23/9/2014). Syamsu diciduk dari rumahnya sekitar pukul 15.00 Wita dan langsung ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Bone.

Kepala Satuan Reskrim Polres Bone, Ajun Komisaris Polisi Andi Asdar mengatakan, Syamsu ditangkap petugas di perumahan guru yang ada di lingkungan sekolah tersebut. Saat diamankan, pelaku tidak melakukan perlawanan.

"Langsung dibawa ke Polres untuk diperiksa lebih jauh. Penjemputan itu karena sudah cukup bukti terkait aksi yang dilakukannya kepada korban," kata Andi Asdar.

Mantan Kapolsek Majauleng Wajo ini menjelaskan, pihaknya juga telah menetapkan Syamsu sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Hal itu didukung oleh sejumlah alat bukti yang didapatkan tim penyidik, baik berupa visum dan keterangan dari rekan korban yang melaporkan kasus persetubuhan tersebut.

"Karena bukti sudah cukup, Syamsu dinaikkan statusnya menjadi tersangka dan tersangka akan dijerat dengan Undang-undang RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak di Bawah Umur dengan ancaman hukuman minimal 15 tahun penjara," terang Andi Asdar.

Sementara itu, perwakilan sekolah tempat Syamsu mengajar hingga kini masih tertutup, belum ingin memberikan keterangan terkait kasus asusila itu. Pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Bone pun belum bersedia berkomentar.

Syamsu sebelumnya dilaporkan muridnya dengan dugaan mencabuli dan menyetubuhi siswinya sebanyak dua kali, yakni pada tahun 2013 serta pada September 2014 di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Tak kuasa menahan rasa malu setelah kejadian yang dialaminya itu, korban pun menceritakan melapor ke orangtuanya. Korban dan orangtuanya langsung melaporkan kejadian itu ke Polres Bone dan didamping oleh Lembaga Pemberdayaan Perempuan (LPP) Bone pada Rabu (17/09/2014) lalu.

Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved