16 Ribu Orang di Ogan Ilir Menderita ISPA

Dari 16 kecamatan tersebut, Kecamatan Pemulutan, Tanjung Batu dan Kecamatan Rantau Panjang mendominasi penderita ISPA tertinggi.

16 Ribu Orang di Ogan Ilir Menderita ISPA
Kompas/Haris Firdaus
Kabut asap tipis menyelimuti Jembatan Ampera di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Jumat siang (14/3). Kabut asap itu merupakan kiriman dari Provinsi Riau yang sedang dilanda kebakaran lahan skala luas. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, INDRALAYA - Dinas Kesehatan (Dinkes), Kabupaten Ogan Ilir (OI), mencatat, terhitung sejak Januari-September, penderita penyakit Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), mencapai angka 16 ribu  jiwa (pasien) yang tersebar di16 Kecamatan dalam lingkungan Kabupaten OI.

Dari 16 kecamatan tersebut, Kecamatan Pemulutan, Tanjung Batu dan Kecamatan Rantau Panjang mendominasi penderita ISPA tertinggi.

Plt Kadinkes OI, dr Hj Siska mengatakan, jumlah penderita tersebut hasil rekap Dinkes berdasarkan laporan Puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten OI.

"Ya, tercatat ada 16 ribu penderita ISPA. Angka itu sejak Januari-September ini," ungkapnya saat ditemui Rabu (24/9).

Mantan Dirut RSUD OI ini menambahkan, pihaknya terus melakukan upaya pengobatan terhadap para penderita ISPA, yakni dengan cara melakukan perawatan baik di puskesmas maupun di RSUD Ogan Ilir.

"Penyebab ISPA bukan hanya faktor kabut asap, namun juga bisa virus, bakteri dan lingkungan," paparnya.

Ditambahkan dr Hj Siska, utuk meminimalisir penderita ISPA, Dinkes telah membagikan sebanyak 3.500 masker kepada para pengguna kendaraan di jalan raya yang melintas di pusat Kota Indralaya.

"Selain di jalan, kita juga membagikan masker ke sekolah-sekolah. Alhamdulillah, banyak pihak yang menyumbangkan masker ke Dinkes dan segera akan kita salurkan kepada warga masyarakat," pungkas dr Hj Siska.

Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved