Lagi, Penambangan Minyak Ilegal Terbakar

Saat itu Febri sedang melakukan penambangan, karena gas minyak tersebut menyembur ke atas, karena ada angin jadi gas tersebut menyambar api rokok

Lagi, Penambangan Minyak Ilegal Terbakar
SRIPOKU.COM/CANDRA OKTA DELLA
Jajaran Polsek Sanga Desa memasang garis polisi di lokasi penambangan minyak mentak ilegal yang terbakar. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SEKAYU -- Kejadian meledaknya sumur minyak kembali terjadi di Desa Keban 1 Kecamatan Sangga Desa, Rabu (24/9/2014) pukul 04.00.

Peristiwa tersebut memakan lima korban yakni Febri (16) warga Betung Banyuasin dilarikan ke RSMH Palembang karena mengalami luka bakar serius.

Korban lainnya Ibnu, Feri dan Sukri warga Desa Philip 1 Kecamatan Lais, Jeni ( wanita)  warga Desa Bailangu Kecamatan Sekayu hanya diobati di rumah karena tidak parah.

Dugaan sementara ledakan tersebut akibat dari api rokok, yang menyambar gas minyak illegal tersebut. Api dapat dipadamkan sekitar pukul 06.00.

Menurut salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya, kegiatan penambangan sering terjadi di sana.

Saat itu Febri sedang melakukan penambangan, karena gas minyak tersebut menyembur ke atas, karena ada angin jadi gas tersebut menyambar api rokok yang diduga milik Febri itu sendiri.

Api kemudian menyambar ke minyak sehingga sumur meledak dan menyambar Febri.

Dari kejadian itu febri mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya, sehingga dilarikan ke RSUD Sekayu untuk mendapatkan perawatan medis. 

Karena luka bakarnya cukup parah, sekitar 80 persen, Febri dirujuk ke rumah sakit di Palembang.

Kapolsek Sangga Desa Iptu Rudi Hartono membenarkan kejadian tersebut.  Pihaknya telah melakukan olah TKP, dan memasang garis polisi.

”Untuk keamanan agar tidak lagi terjadi ledakkan dan memakan korban, kita telah memasang police line, saya harap masyarakat tidak mendekat, karena rentan sekali meledak,seperti dialami Febri.” terangnya.

Rudi pun menyayangkan sikap masyarakat setempat yang tidak mau memberikan keterangan saat ditanya,” Mereka semua diam dan kami susah untuk mengungkapnya, jadi kita menunggu sampai Febri tersebut sehat, untuk dimintai keterangan, dan Febri bisa juga menjadi tersangka,” pungkasnya.

Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved