Sinabung Kembali Meletus Disertai Awan Panas

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali meletus pada Rabu (24/9/2014) pukul 13.43 WIB.

Sinabung Kembali Meletus Disertai Awan Panas
TRIBUN MEDAN / DEDY SINUHAJI
Gunung Sinabung mengeluarkan lava pijar terlihat dari Desa Tiga Pancur, Kabupaten Karo, Sumut, 12 September 2014 dini hari. Setahun erupsi Gunung Sinabung yang menjatuhkan 16 korban jiwa hingga kini masih menunjukkan aktivitas dengan munculnya lava pijar dan luncuran awan panas. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KARO — Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali meletus pada Rabu (24/9/2014) pukul 13.43 WIB.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, berdasarkan laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan Sinabung disertai dengan awan panas guguran sejauh 2 kilometer dari puncak yang mengarah ke arah tenggara. Erupsi berlangsung selama 907 detik.

Menurut Sutopo, letusan tidak terlihat jelas karena tertutup oleh awan. DIjelaskan, dari pukul 06.00-12.00 WIB terjadi 44 kali gempa frekuensi rendah, 11 kali gempa hibrid, tremor menerus, dan 32 kali gempa guguran. Status Sinabung masih Siaga (level III). Aktivitas kegempaan masih terus tinggi, serta pembentukan dan guguran kubah lava juga masih berpotensi tinggi.

“Erupsi yang baru saja terjadi tidak menambah jumlah pengungsi yang ada,” jelas Sutopo melalui siaran pers.

Lanjut dia, saat ini masih ada pengungsi sebanyak 4.729 jiwa atau 1.440 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 17 titik pengungsian. Sebanyak 17.506 jiwa atau 5.020 KK dari 21 desa telah dipulangkan ke rumahnya. Sedangkan pengungsi yang tinggal di hunian sementara sebanyak 6.179 jiwa atau 2.053 KK.

“Pengungsi ini disewakan rumah dan lahan untuk pertanian oleh pemerintah. Tiga desa yang warganya harus direlokasi, yaitu Desa Sukameriah, Desa Bekerah, dan Desa Simacem, masih dalam proses penyiapan lahan,” jelasnya

Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved