AC Kelas Dicopot, Orangtua Murid Ancam Pindahkan ke Sekolah Lain

"Itu kan bukan permintaan sekolah atau Kepsek. Ini murni kemauan orangtua. Uang dari orangtua, buat keperluan anak-anak kami juga. Jadi ini uang kami"

AC Kelas Dicopot, Orangtua Murid Ancam Pindahkan ke Sekolah Lain
Warta Kota/Mohamad Yusuf
Sejumlah orangtua murid SDN Malaka Jaya 05 Pagi, Jalan Mawar Merah VI, Malakajaya, Durensawit, Jakarta Timur, usai rapat, Sabtu (27/9/2014). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Puluhan orangtua murid SDN Malaka Jaya 05 Pagi, Jalan Mawar Merah VI, Malakajaya, Durensawit, Jakarta Timur, menyesalkan rencana pihak sekolah yang melepas fasilitas AC (air conditioner) di ruang kelas sekolah tersebut.

Pasalnya, AC tersebut dibeli oleh bersama-sama orangtua murid. Sementara, pihak sekolah telah menaati kebijakan Dinas Pendidikan tidak diperbolehkan memungut apapun kepada pihak orangtua murid.

Pantauan Warta Kota, Sabtu (27/9/2014) siang, pihak sekolah mengundang seluruh orangtua murid, ke sekolah untuk membahas kebijakan tersebut.

Dimana kebijakan menyebutkan tidak diperbolehkan memungut biaya apapun terhadap orangtua murid. Oleh karena itu, per 1 Oktober nanti, pihak sekolah akan melepaskan sebanyak 18 AC di sembilan kelas.

Aksi protes pun muncul dari orangtua murid. Mereka keberatan atas kebijakan tersebut.

"Itu kan bukan permintaan sekolah atau Kepsek. Ini murni kemauan orangtua. Uang dari orangtua, buat keperluan anak-anak kami juga. Jadi ini uang kami. Jangan halangi kami beramal," kata salah satu ibu, orangtua siswa melancarkan aksi protesnya.

Sementara itu, Ketua Komite Sekolah, Budi Raharjo, mengatakan, bahwa pihaknya meminta kepada Dinas Pendidikan mencabut kebijakan tersebut.

Pasalnya demi kenyamanan para murid saat belajar.

"Kami kasihan kalau anak kami tidak bisa nyaman belajar. Di sini sirkulasi udaranya kurang baik. Jadi memang harus ada AC, biar bisa tenang anak-anak kami belajar," kata Budi Raharjo, ditemui di sekolah tersebut, Sabtu (27/9/2014) siang.

Pasalnya, selama ini lanjutnya, pihaknya juga tidak pernah merasa dipungut biaya apapun oleh pihak sekolah.

Uang yang dikeluarkan oleh orangtua murid merupakan atas inisiatif sendiri.

"Biaya perawatan AC dan listrik AC memang uang dari orangtua murid. Tapi bukan atas permintaan pihak sekolah. Ini inisiatif kami. Supaya anak kami nyaman belajar di kelas," katanya.

Bahkan, lanjutnya, atas kebijakan tersebut, banyak orangtua murid yang hendak memindahkan anaknya ke sekolah swasta.

Agar bisa mendapatkan ruang belajar yang nyaman.

"Banyak orangtua murid yang mengancam akan memindahkan sekolah anaknya ke sekolah lain, mungkin ke sekolah swasta, supaya bisa mendapatkan ruangan yang nyaman," katanya.

Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved