Wah, Kontes Ratu Bikini Anak-anak Digelar di Negara Ini

Kami tidak akan menyebabkan gadis-gadis cilik itu beraksi tidak pantas atau vulgar.

Wah, Kontes Ratu Bikini Anak-anak Digelar di Negara Ini
internet
Ilustrasi

TRIBUNPEKANBARU.COM, BARBOSA - Ajang ratu kecantikan yang diikuti anak-anak memicu polemik di Kolombia. Sesuai namanya, ajang lomba bernama "Miss Tanguita" (Ratu Bikini Anak-anak) ini menampilkan gadis cilik yang rata-rata berusia 8 tahun untuk lenggak-lenggok dengan mengenakan bikini.

Dilansir dari AFP, Rabu (14/1/2015), ajang lomba yang digelar di kota Barbosa, Santander, Kolombia, ini merupakan bagian dari acara tahunan Festival del Rio Suarez. Wali kota Barbosa pun membantah lomba ini menjadi selubung untuk terjadinya prostitusi anak.

"Kami tidak akan menyebabkan gadis-gadis cilik itu beraksi tidak pantas atau vulgar," kata Wali Kota Barbosa, Rocio Galeano.

Galeano pun beralasan bahwa lomba itu bertujuan untuk memperlihatkan pentingnya menjaga kesehatan tubuh. "Kami hanya ingin mempromosikan pentingnya menjaga tubuh, perawatan tubuh," ucapnya.

Tidak hanya itu, Galeano menganggap kegiatan ini bermanfaat untuk melibatkan anak-anak dalam "kegiatan budaya dan olahraga". Selain itu, Galeano berkilah anak-anak yang mengikuti lomba ini sudah "mendapatkan dukungan dan izin dari orang tuanya".

Warga Kolombia banyak yang mengutuk acara ini, dan telah menjadi perdebatan panas di dunia maya.

"Kompetisi 'Ratu Bikini Anak-anak' itu memalukan dan sangat melanggar hak perempuan. Betapa mengerikan dan tidak bertanggung jawabnya orangtua itu (yang mengikutsertakan anaknya dalam lomba itu)," tulis Critina Plazas, direktur di sebuah institut kesejahteraan keluarga dalam akun Twitter miliknya.

Tidak hanya "berisik" di Twitter, Plazas juga menyiapkan aksi nyata. Saat ini dia sedang berkonsultasi dengan sejumlah pengacara untuk melakukan gugatan terhadap pihak penyelenggara, sponsor, juga orangtua.

Selain itu, Plazas berusaha untuk membawa wacana ini ke kejaksaan, yang juga berperan untuk mengawasi pejabat negara di Kolombia. Plazas akan meminta kejaksaan untuk menghukum pejabat lokal yang mendukung terselenggaranya acara yang dianggapnya "abnormal". (*)

Editor: Raya Desmawanto Nainggolan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved