Jokowi 'Dibully' Netizen karena Tak Teliti Tandatangani Perpres

Jokowi mengakui,ia tidak terlebih dulu membaca secara teliti rancangan perpres yang kontroversial dan dianggap banyak kalangan sebagai pemborosan uang

Jokowi 'Dibully' Netizen karena Tak Teliti Tandatangani Perpres
VOA/Iris Gera
Presiden Joko Widodo bersama Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Duta Besar RI untuk Brazil, Toto Riyanto, di Istana Negara, Jakarta (24/2/2015). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Reza Gunadha

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo menjadi korban perundungan di dunia maya, Minggu (5/4/2015).

Perundungan tersebut, dilakukan netizen seusai Presiden RI yang biasa disebut Jokowi tersebut mengaku keliru menandatangani peraturan presiden (perpres) yang menaikkan nilai uang muka pembelian kendaraan bagi pejabat negara.

Jokowi mengakui, ia tidak terlebih dulu membaca secara teliti rancangan perpres yang kontroversial dan dianggap banyak kalangan sebagai pemborosan uang negara tersebut.

Kritik terhadap Jokowi itu seperti yang dilontarkan akun bernama Mas Widodo, di kolom komentar unggahan berita Jokowi Akui Keliru Naikkan Uang Muka Mobil Pejabat Negara di laman komunitas Facebook Tribunnews.com.

"Waduh pak itu kesalahan fatal loh. Saya aja yg hanya karyawan biasa dikantor kalau mau tanda tangan berkas apapun itu harus saya baca dan pastikan dulu kebenarannya...koq bapak sebagai presiden bisa asal tanda tangan aja ? Takutnya nanti ada berkas pembatalan hukuman mati bapak tanda tangan juga karna tidak dibaca," tulisnya.

Akun Febuanna Gnar, meminta Presiden Jokowi kembali lebih teliti sebelum meneken surat-surat resmi kenegaraan.

"Ya harus teliti doong..namanya juga Presiden,apapun beban tugasnya Adalah resikonya ..jangan main tanda tangan aja tanpa tahu isinya..dasar planga plongo ,gak Mau di salahin lageeeeeeee..# tepok jidat."

Begitu pula akun Edo Sunaryo Pratama. Ia khawatir, jika tak teliti, suatu saat Jokowi bakal meneken surat yang berisi persetujuan terhadap tindak kejahatan.

"Seandainya itu izin untuk melakukan kejahatan, 'Masa ga di periksa?' Seandainya itu surat 'maaf', Teroris?? Masa ga di periksa?? "

Halaman
12
Tags
jokowi
Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved