Kamis, 11 Juni 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pemprov Diminta Kelola Serius Taman Puteri Kaca Mayang

Riau sebenarnya juga memiliki potensi pariwisata, hanya saja menurutnya pemerintah tidak serius dalam melakukan pengelolaan

Tayang:
Penulis: Alex | Editor: Muhammad Ridho
foto/net
Taman putri kaca mayang 

Laporan Wartawan tribunpekanbaru.com: Alee Kitonanma

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Setelah masa Ramadan selesai, perayaan hari raya Idul Fitri juga identik dilakukan masyarakat dengan kunjungan ke lokasi-lokasi wisata. Minimnya objek wisata di Riau, membuat masyarakat lebih suka mencari tempat keluar, Sumatera Barat misalnya.

Anggota Komisi C DPRD Riau, Husaimi Hamidi mengatakan, Riau sebenarnya juga memiliki potensi pariwisata, hanya saja menurutnya pemerintah tidak serius dalam melakukan pengelolaan dan menejerial pariwisata tersebut, sehingga masyarakat lebih suka menikmati liburan di daerah lain.

“Kita memiliki beberapa kelemahan dalam melakukan pengelolaan pariwisata. Salah satunya ketidakseriusan pemerintah sendiri dalam pengelolaan. Sebenarnya banyak yang bisa dikembangkan kalau pemerintah serius,” ujarnya kepada Tribun, Minggu (28/6).

Husaimi mencontohkan salah satu potensi yang ada, yakni Taman Taman Putri Kaca Mayang, yang berposisi di pusat ibukota provinsi Riau, di tengah Kota Pekanbaru. Walau berada di pusat kota, namun ternyata pengunjung di Taman Putri Kaca Mayang tidak terlalu ramai. Bahkan menurut Husaimi masyarakat lebih tau lokasi wisata Alam Mayang yang lokasinya cukup jauh dari tengah kota ketimbang Taman Putri Kaca Mayang.

“Taman Putri Kaca Mayang memang buka, tapi seperti tak ada niat untuk mengejar PAD. Saya beberapa kali ke sana bawa anak-anak, di sana tampak sekali pemerintah tak serius mengelolanya,” ulasnya.

Politisi PPP ini menambahkan, sebenarnya tidak akan begitu sulit untuk menyulap Taman Putri Kaca Mayang menjadi potensi wisata yang disukai masyarakat, sehingga ramai pengunjungnya dan mendatangkan hasil untuk PAD. Karena itu, sebagai anggota Komisi C yang membidangi aset, ia meminta pemerintah untuk berupaya menjadikan Taman Putri Kaca Mayang sebegai salah satu sumber yang mendatangkan PAD.

”Kita minta pemerintah mulai serius untuk mengelola Taman Putri Kaca Mayang, dan juga aset-aset daerah lainnya, yang berpotensi mendatangkan PAD dari sektor pariwisata. Karena sayang sekali, kalau setiap Jumat sore kita melihat mobil plat BM semua pada ke Sumbar untuk menikmati pariwisata, padahal kita di sini punya potensi wisata yang bisa dikelola,” harapnya.

Jika pemerintah tetap tidak akan serius mengelolanya, maka ia menyarankan agar pengelolaannya diserahkan saja ke investor atau pihak ketiga. Ia yakin, kalau itu dikelola investor, maka dipastikan akan bisa memberikan penghasilan untuk daerah. Kalau pun dulu sudah ada rencana sebelumnya dari pemerintah untuk mengelola Taman Putri Kaca Mayang, namun sampai saat ini tak kunjung terlaksana.

“Kalau investor sudah pasti serius. Apalagi lokasi wisatanya di pusat kota dan mudah dijangkau, ini akan menjanjikan. Untuk pengelolaan wisata seperti ini, biasanya investor memang akan lebih serius dibanding pemerintah. sama halnya juga dengan perusahaan, dibandingkan perusahaan swasta dengan BUMD dengan sektor yang sama, swasta pasti lebih maju, dan BUMD bahkan tidak jarang ada yang merugi,” paparnya.

Jika nantinya memang akan dikelola oleh pihak swasta, menurut Husaimi pemerintah dengan swasta tinggal membuat kesepakatan, atau pembagian, berapa persen pembagian masing-masing pihak, dan tidak ada yang merasa dirugikan. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved