Pilkada Serentak 2015

KPU Tolak Dukungan Golkar-PPP untuk Calon Kepala Daerah

Itu artinya bakal pasangan calon harus mengantongi surat keputusan dewan pengurus pusat (DPP) dari dua kubu.

KPU Tolak Dukungan Golkar-PPP untuk Calon Kepala Daerah
Net
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sampai hari kedua pendaftaran, Senin (27/7/2015), sudah 14 pasangan bakal calon kepala daerah yang resmi mendaftar. Banyak kandidat yang terkendala dukungan dari Golkar dan PPP, dua partai politik yang memiliki kepengurusan ganda.

Pasangan bakal calon yang mendaftar kemarin adalah Zulkifli AS-Eko Suharjo di Kota Dumai, diusung oleh Nasdem, Demokrat, PKB, PPP, dan Gerindra. Mereka pasangan kedua mendaftar di KPU Dumai setelah Abdul Kasim-Nuraini.

Selanjutnya Yopi Arianto-Khairizal dan Tengku Mukhtaruddin-Aminah Susilo di Indragiri Hulu,
Hafith Syukri-Nasrul Hadi di Rokan Hulu, Herliyan Saleh-Riza Fahlevi dan Amril Mukminin-Muhammad di Bengkalis, Tengku Mustafa-Amyurlis di Kepulauan Meranti, serta Mardjan Ustha-Muslim dan Indra Putra-Komperensi di Kuantan Singingi.

Kemudian Suhartono-Syahrul di Siak, HM Harris-Zardewan dan Zukri Misran-Anas Badrun di Pelalawan, serta Suyatno-Jamiludin di Rokan Hilir.

Seperti sudah diprediksi dualisme kepengurusan di tubuh Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) telah berdampak kepada bakal pasangan calon yang mendaftar.

Sesuai Peraturan KPU Nomor 12 Tahun 2015, jika islah kepengurusan tak bisa dicapai, parpol dengan dua kepengurusan bisa ikut Pilkada. Caranya, dua kepengurusan di parpol itu mengajukan satu pasangan calon yang sama. Itu artinya bakal pasangan calon harus mengantongi surat keputusan dewan pengurus pusat (DPP) dari dua kubu.

Dari enam partai politik yang didaftarkan duet Suhartono-Syahrul sebagai kendaraan politik mereka, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Siak memberi catatan untuk PPP dalam berita acara pendaftaran pasangan dengan jargon Bersama Kita Hebat (Berkah) tersebut.

Pasalnya, pasangan ini baru mengantongi surat keputusan (SK) DPP PPP versi M. Romahurmuziy. Sedangkan SK DPP PPP versi Djan Faridz belum ada. Sariman dari Tim Pokja Pencalonan KPU Siak mengatakan, pihaknya tak mau ambil risiko, bila sewaktu-waktu digugat oleh PPP versi Djan Faridz.

"Waktu untuk memenuhi syarat itu masih ada, sampai besok (hari ini) pukul 16.00 WIB. Kami tunggu itu, jika tidak dapat memenuhi tidak bisa mengusung. Jangankan mengusung, ikut mendampingi pasangan calon dengan umbul-umbul partai saja tidak dibolehkan. Pakai baju seperti itu (sambil menunjuk kader PPP) saja tak boleh," kata Sariman di ruangan pendaftaran.

Meski PPP belum masuk hitungan, pasangan ini sudah dapat memenuhi syarat untuk maju. Sebab, dari lima partai pengusung lainnya, Suhartono-Syahrul sudah kantong 19 kursi di DPRD. Lima partai itu adalah PDI Perjuangan (6 kursi), Gerindra (6), PBB (1), PKB (3) dan Demokrat (3).

Halaman
12
Tags
Pilkada
KPU
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved