Dick Jessen William Kumpulkan 10 Medali Tingkat Dunia
Setidaknya sudah 10 medali di ajang internasional yang berhasil Jessen. Sang Bunda, Rita, menuturkan di rumah Jessen cenderung belajar sendiri.
Penulis: Afrizal | Editor: harismanto
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Satu lagi putra Riau mampu mengharumkan nama Indonesia. Dick Jessen William, siswa kelas IX SMP Santa Maria Pekanbaru berhasil meraih dua medali dalam waktu satu minggu di ajang lomba matematika internasional. Hebatnya, dua medali tersebut diraih dari ajang lomba berbeda.
Medali pertama didapatkan Jessen di ajang China International Mathematics Competition di Changchun, China. Lomba yang berlangsung 27 Juli - 1 Agustus 2015 ini, dirinya meraih medali perak.
Medali berikutnya, diraih di ajang International Mathematichs Contest Singapore, 31 Juli - 3 Agustus 2015. Di Singapura, dirinya meraih medali emas.
Jessen yang ditemui, Selasa (11/8/2015) sepulang dari Singapura menuturkan diraihnya dua medali berbeda di saat waktu yang hampir bersamaan ini karena dirinya terlebih dulu pulang dibandingkan tim lainnya yang masih berada di Cina. Saat itu tim Indonesia terdiri dari 16 murid SD dan 16 pelajar SMP.
"Saat tim lain belum pulang, Jessen duluan pulang dan langsung ke Singapura. Tiba di Singapura langsung bertanding lagi dan dapatkan emas," ujarnya.
Dua perlombaan tersebut diakui putra pasangan Andy William dan Rita Handayani sangat berkesan baginya. Pasalnya dua kompetisi tersebut sangat bergengsi.
China International Mathematics Competition di Changchun, China diikuti sekitar 800 peserta dari 28 negara. Sementara di Singapura diikuti 600 peserta dari 11 negara.
Saat berlomba, kelahiran Pekanbaru, 22 Februari 2001 ini mengaku tidak pernah memikirkan menang. Saat berlomba dijalani begitu saja dengan tujuan mencari pengalaman. Lomba itu tidak usah dipikirkan. Yang penting ikuti saja dan cari pengalaman.
Pertandingannya berjalan lancar dan soalnya lebih susah. Tapi kalau kendala paling hanya makanan yang tidak semuanya cocok bagi saya," ujarnya saat ditanya kendala yang dihadapi saat bertanding di China.
Medali yang diraih Jessen di China dan Singapura lalu bukanlah medali pertama. Setidaknya sudah 10 medali di ajang internasional yang berhasil Jessen. Sang Bunda, Rita, menuturkan di rumah Jessen cenderung belajar sendiri.
Meskipun orangtua tidak mewajibkan anaknya belajar pada waktu tertentu, Jessen memilih waktu belajar sesuai keinginannya.
"Kita tidak ada memaksa Jessen belajar. Dia belajar sendiri kapan mau. Kapan saja belajar, silahkan. Bahkan kalau dilihat dia lebih suka main games," ujarnya.
Diakui Rita, ketertarikan anaknya pada matematika sudah ada sejak SD. Bahkan beberapa perlombaan sering diikutinya termasuk Olimpiade Sains Nasional (OSN). Keberhasilan menyumbangkan medali bagi Indonesia juga membanggakan bagi sekolah.
Kepala SMP Santa Maria Pekanbaru, Henderina berharap kedepan akan lahir Jessen lainnya di SMP Santa Maria.
"Kami pihak sekolah merasa sangat senang dengan keberhasilan Jessen. Apalagi hubungan dan kerjasama dengan orangtuanya selama ini juga terjalin baik. Kalau bisa diharapkan bisa muncul Jessen lainnya," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/dick-jessen-william-1_20150812_090432.jpg)