TribunPekanbaru/

Ahli Bedah Ini Berhasil Operasi Transplantasi Kepala Monyet

Ia mengklaim telah berhasil melakukan satu operasi luar biasa transfer kepala seekor monyet

TRIBUNPEKANBARU.COM - Sergio Canavero, seorang ahli bedah dari Italia, mengklaim telah berhasil melakukan satu operasi luar biasa transfer kepala seekor monyet, baru-baru ini, bekerjasama dengan sekelompok peneliti dari China.

Mail Online melaporkan, ilmuwan yang pernah memicu kontroversi di internet setelah dia mengungkapkan keinginan untuk melakukan operasi transplantasi kepala manusia serta mengklaim prosedur itu akan memungkinkan seseorang yang menderita penyakit lumpuh sepenuhnya dapat sembuh dalam beberapa tahun setelah menjalani transplantasi.

Kini, setelah bekerja dengan sekelompok peneliti dari China dan Korea Selatan, ilmuwan Italia itu mengklaim rencananya kini semakin hampir, setelah menjalani eksperimen pada seekor monyet, tikus dan mayat manusia.

Canavero memberitahu majalah New Scientist: "Saya ingin katakan bahwa kita memiliki banyak informasi untuk melanjutkan prosedur tersebut. Adalah penting untuk seseorang berhenti berpikir bahwa hal ini adalah mustahil. Prosedur ini dapat dilakukan dan kita sedang berusaha ke arah itu," katanya seperti dilansir Utusan.com.my.

Canavero mengklaim seorang dokter dari China, Xiaoping Ren dari Universitas Kedokteran Harbin telah berhasil melakukan operasi transplantasi kepala seekor monyet dengan menghubungkan saluran darah antara kepala dan badan baru, tetapi tidak mempengaruhi saraf.

Operasi transplantasi kepala tikus.

Katanya, penelitian mengerikan itu menunjukkan bahwa jika kepala tersebut berada pada tingkat beku -15 derajat Celcius seekor monyet mampu bertahan melalui prosedur tersebut tanpa mengalami kerusakan otak.

"Monyet itu selamat menjalani operasi tanpa mengalami cedera neurologis atau masalah lain," kata Ren.

Tanpa sambungan saraf, hewan itu akan lumpuh dari leher ke bawah dan mampu bertahan selama 20 jam setelah operasi dilakukan.

Namun, tidak diketahui apakah, hewan tersebut mampu merasakan sakit di bagian tubuh yang dioperasi setelah prosedur berlaku atau tidak. (nto)

Penulis: harismanto
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help