Kasus Grand Indonesia, Kejagung Kembali Periksa Mantan Menteri BUMN

Menurut perjanjian yang dia ketahui, pembangunan dalam kontrak hanya pembangunan dua mal, satu hotel, dan satu lahan

Kasus Grand Indonesia, Kejagung Kembali Periksa Mantan Menteri BUMN
Wikipedia
Gedung Kementerian BUMN 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Penyidik pada Jaksa Agung Tindak Pidana Khusus kembali memeriksa mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara Laksamana Sukardi.

Ia diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan tindak pidana dalam kontrak pembangunan kompleks Grand Indonesia, Jakarta.

"Penyidikan dugaan tindak pidana korupsi PT GI hadir Laksamana Sukardi," ujar Kepala Pusat Penerangan Kejaksaan Agung Amir Yanto, Senin (18/4/2016).

Selain itu, penyidik juga memeriksa mantan Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour A.M Suseto sebagai saksi dalam perkara ini. Hingga saat ini keduanya masih diperiksa penyidik.

Sukardi sebelumnya pernah diperiksa sebagai saksi. Usai pemeriksaan, ia mengaku tak tahu adanya pembangunan gedung lain di luar kontrak antara PT Grand Indonesia dan Hotel Indonesia Natour.

Menurut perjanjian yang dia ketahui, pembangunan dalam kontrak hanya pembangunan dua mal, satu hotel, dan satu lahan parkir.

Selain yang disebutkan di atas, ternyata dibangun lagi dua gedung, yakni Menara BCA dan Hotel Kempinski.

Sukardi mengakhiri jabatannya sebagai menteri pada Oktober 2004. Setelah itu, dia tidak tahu lagi bagaimana perkembangannya.

Namun, menurut informasi yang Sukardi dapat dari internal Kementerian BUMN, memang benar tidak ada penambahan dua bangunan itu dalam kontrak.

Menurut dia, tak ada rencana penambahan dua bangunan dalam negosiasi kontrak.

Halaman
12
Editor: Raya Desmawanto Nainggolan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help