TribunPekanbaru/

Empat Bank BUMN: Holding atau Merger?

Bisa kita bayangkan digabungkan dengan Bank Mandiri, BNI, BRI dan BTN menjadi 1 Bank, ternyata secara asset masih seperlimanya DBS Bank Singapore.

Empat Bank BUMN: Holding atau Merger?
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Direktur Utama Bank Riau Kepri, Irvandi Gustari 

Oleh: DR H Irvandi Gustari Direktur Utama PT. Bank Riau Kepri

TRIBUNPEKANBARU.COM - Dengan pemikiran yang sederhana saja, maka untuk menjadikan 4 Bank BUMN yang menjadi kebanggaan kita semua sebagai anak bangsa, agar dapat berkiprah secara leluasa dan menjadi yang diperhitungkan di kawasan ASEAN.

Maka tidak ada jalan lain yaitu harus bergabung menjadi satu. Bisa kita bayangkan digabungkan dengan Bank Mandiri, BNI, BRI dan BTN menjadi 1 Bank, ternyata secara asset masih seperlimanya DBS Bank Singapore.

Secara permodalan pun juga begitu, penggabungan 4 Bank BUMN di Indonesia tersebut, tetap masih dibawah 5 bank besar di Singapore, diantaranya DBS Bank, UOB, OCBC.

Secara ketentuan perbankan internasional ketentuan permodalan dalam BASEL 2 dan BASEL 3, adalah mutlak diterapkan dan besaran modal dengan berbagai jenisnya di neraca bank, menjadi dasar peningkatan besaran usaha atau kapasitas ukuran usaha yang dapat dilakukan.

Mungkin masih ingat dalam pikiran kita, di awal tahun 2014, pernah diwacanakan dalam kaitan memperkuat perbankan Indonesia, akan dilakukan akuisisi BTN oleh Bank Mandiri.

Sebenarnya proses akuisisi adalah merupakan hal yang biasa dalam proses pengelolaan manajemen keuangan.

Namun proses akuisisi itu tidak pernah terjadi, dimana terjadi gelombang penolakan dari serikat pekerja dan sebagian besar karyawan BTN, seolah-olah ada harga diri yang terinjak saat BTN diambil alih kepemilikannya oleh Bank Mandiri.

Padahal pemiliknya tetap sama yaitu pemerintah RI melalui Kementrian Keuangan, tapi ya begitulah, suatu langkah proses manajemen akuisisi biasa bilamana di politisasi, maka menjadi hal yang tidak biasa, dan seolah-olah rumit dan berbahaya.

Pembenaran untuk menolak proses akuisisi itu ditonjolkan dari sisi agar proses akuisisi tersebut gagal terlaksana, seperti kalau akuisisi dilaksanakan, maka tidak ada lagi Bank BUMN yang peduli dengan kredit perumahan untuk kerakyatan dan ada juga ditonjolkan, akuisisi oleh Bank Mandiri terhadap BTN tidaklah sesuai, karena pasar yang digarap berbeda.

Halaman
12
Editor: Sesri
Ikuti kami di

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined property: stdClass::$video

Filename: articles/video_pilihan.php

Line Number: 18

KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help