Bermain di Alam Terbuka Ampuh Usir Stres

Walau akses dan fasilitas di perkotaan dirancang untuk memudahkan hidup, kehidupan yang jauh dari alam bisa

Bermain di Alam Terbuka Ampuh Usir Stres
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Peneliti dari University of Queensland menyatakan, mengunjungi taman kota atau melakukan kegiatan alam lainnya, bisa menjadi resep terbaik dalam mengurangi stres penduduk kota. Tapi, berapa lama waktu yang harus dihabiskan bersama alam untuk mendapatkan manfaat sehat?

Lebih dari separuh penduduk dunia atau sekitar 3,5 miliar orang kini tinggal di daerah perkotaan. Angka itu diperkirakan akan membengkak menjadi 5 miliar pada pertengahan abad, menurut Organisasi Kesehatan Dunia.

Walau akses dan fasilitas di perkotaan dirancang untuk memudahkan hidup, kehidupan yang jauh dari alam bisa meningkatkan risiko stres sebanyak 2 kali lipat.

Beberapa ahli menganggap alam sebagai penangkal penyakit abad ke-21, seperti obesitas dan bahkan kejahatan.

Mengutip sejumlah penelitian sebelumnya selama lebih dari 40 tahun, berinteraksi dengan alam juga dapat mencegah naiknya tekanan darah tinggi, tingkat yang lebih rendah dari penyakit jantung dan alergi, dan kesehatan mental yang lebih baik.

Sehingga, sudah banyak gedung kota yang meningkatkan ruang hijau dan menelan biaya ratusan juta.

Karena saran untuk berinteraksi dengan ruang hijau sudah menjadi saran kesehatan umum, para peneliti Australia berangkat untuk menentukan seberapa sering seseorang harus mengunjungi alam dan berapa lama mereka harus menghabiskan waktu di alam untuk dapat menuai manfaat sehat.

Pasalnya, tidak semua alam diciptakan sama, peneliti juga mengukur bagaimana kualitas dan kuantitas ruang hijau dalam memberikan manfaat kesehatan.

Hasil studi menunjukkan, setiap orang perlu “dosis” alam minimum: 30 menit sehari, setidaknya satu kali kunjungan ke taman kota setiap minggu. Itu sudah dianggap sangat ideal bagi penduduk kota dengan beragam kesibukan.

Untuk mendapatkan hasil tersebut, tim peneliti menyurvei 1.538 orang usia 18-70 tahun yang tinggal di Brisbane, Australia.

Peneliti merekrut baik pria maupun wanita yang cocok dengan sosiodemografi kota. Termasuk informasi tentang depresi, tekanan darah tinggi, kohesi sosial, dan frekuensi aktivitas fisik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta yang menghabiskan setidaknya 30 menit di alam atau taman kota setidaknya satu minggu sekali, menurunkan risiko depresi atau memiliki tekanan darah tinggi dan lebih mungkin untuk aktif secara fisik.

Sedang warga yang gagal untuk menghabiskan rata-rata 30 menit atau lebih ke ruang hijau selama 1 seminggu, 7 persen lebih mungkin untuk menunjukkan tanda-tanda depresi dan 9 persen lebih mungkin untuk memiliki tekanan darah tinggi. (*)

Editor: Raya Desmawanto Nainggolan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved