Hampir 20 Ribu Teken Petisi Orangtua Murid Tolak Pendidikan 'Full Day'

Petisinya ini pun langsung mendapat komentar pendukung, yakni dari Afri Saragih, di Bekasi.

Hampir 20 Ribu Teken Petisi Orangtua Murid Tolak Pendidikan 'Full Day'
Fabian Januarius Kuwado
Muhadjir Effendy 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Gagasan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy atas sistem "full day school" untuk pendidikan dasar (SD dan SMP), baik negeri maupun swasta menuai pro dan kontra.

Bahkan ada orang tua murid, Deddy Mahyarto Kresnoputro menggagas petisi "Tolak Pendidikan "Full Day"/Sehari Penuh di Indonesia", yang digalangnya di situs www.change.org (https://www.change.org/p/kami-tolak-pendidikan-full-day-sehari-penuh-di-indonesia-kemendikbud-ri).

Dalam petisi itu tertulis jelas tujuannya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan orang tua murid.

Deddy Mahyarto Kresnoputro telah mulai petisi ini dengan tanda tangan satu-satunya dan sekarang hingga Selasa (9/8/2016) pukul 14:49 sudah ada 19.735 pendukung.

Petisinya ini pun langsung mendapat komentar pendukung, yakni dari Afri Saragih, di Bekasi.

Ia menuliskan komentarnya:

"Sekolah full day hanya merampas kemerdekaan anak-anak. Sudah terbukti bertahun-tahun sistem pendidikan yg hanya fokus pada angka, hanya menghasilkan manusia manusia tidak kreatif! Membuat orang dewasa kekanak kanakan! Kembalikan hak hak anak! Keluarga adalah pendidikan yg utama! Kembalikan keceriaan masa anak anak Indonesia! Jangan "penjarakan" anak2 didalam satu gedung bernama SEKOLAH! Karena belajar itu sepanjang masa BUKAN selama disekolah!! Alam raya adalah sekolah yang sebenarnya!" (*)

Editor:
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved