Muncul Petisi Online Berisi Penolakan terhadap Ahok

Tampak 90 foto warga yang memegang kertas bertuliskan 'Saya tolak Ahok Gubernur tukang gusur' dalam laman petisi

Muncul Petisi Online Berisi Penolakan terhadap Ahok
Kompas.com/Kurnia Sari Aziza
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat melakukan wawancara dengan wartawan, di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (4/8/2016). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Sebuah petisi yang berisi penolakan terhadap Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok beredar di dunia maya.

Petisi tersebut digagas oleh Urban Poor Consortium (UPC) dan beralamat di http://tolakahok.urbanpoor.or.id.

Koordinator UPC Gugun Muhammad mengatakan, petisi ini digagas sejak dua hari lalu.

Tampak 90 foto warga yang memegang kertas bertuliskan 'Saya tolak Ahok Gubernur tukang gusur' dalam laman petisi tersebut.

"Ini sebenarnya lebih kepada wadah mengekspresikan keinginan warga. Banyak dari warga mungkin enggak sempat ikut aksi. Dengan teknologi, mereka masih bisa menyuarakan aspirasi," kata Gugun saat dihubungi Kompas.com, Jumat (26/8/2016).

Gugun mengatakan, mereka yang menolak Ahok dan bergerak bersama UPC ini berasal dari 30 perkampungan di Jakarta, perkumpulan tukang becak, dan pedagang dari berbagai wilayah.

UPC sendiri sempat menggelar aksi di Kantor DPP PDI-P, Kamis (26/8/2016). Mereka meminta agar partai berlambang moncong banteng itu tidak mengusung Ahok pada Pilkada 2017.

"Mereka ini banyak yang jadi korban penggusuran, yang khawatir akan penggusuran. Kami tidak anti-Ahok, apalagi pribadinya, tapi kami menentang keras kebijakannya," ujar Gugun.

Kebijakan itu antara lain soal penggusuran dan relokasi yang dinilai bukan sebagai jawaban atas permasalahan permukiman di Jakarta.

Kebijakan Ahok lainnya yang dikritik mereka adalah proyek reklamasi yang dianggap memperlebar jurang kesenjangan antara si kaya dan si miskin.

"Kami juga berharap ada pemimpin alternatif yang peduli rakyat miskin, yang tidak menggusur. Tapi kalau masalah mendukung salah satu calon sampai saat ini kan belum ada. Padahal PDI-P kan bisa mengusung sendiri dari hasil penjaringan kemarin," ujarnya. (*)

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved