Tribun Travel

VIDEO: Sensasi Panen Ikan Lubuk Larangan di Desa Tanjung Belit Kampar

"Banyak nilai positifnya, sungai ini bisa kita jadikan aset desa. Ajang tahunan ini juga dapat menjadi tempat untuk bersilaturahmi para penduduk,"

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Theo Rizky
TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPARKIRIHULU - Warga Desa Tanjung Belit, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar menangkap ikan di lubuk larangan Sungai Subayang, Minggu (28/8/2016). Dalam waktu tiga jam, para warga dapat menjaring hingga lebih dari satu ton ikan berbagai jenis.

Menurut Kepala Desa Tanjung Belit, Efri Desmi, tradisi unik yang hanya dilakukan sekali dalam setahun pada musim kemarau tersebut pada awalnya berasal dari keputusan Ninik Mamak, atau para tetua pada tahun 1970an dengan tujuan untuk menjaga kelestarian sungai.

"Banyak nilai positifnya, sungai ini bisa kita jadikan aset desa. Ajang tahunan ini juga dapat menjadi tempat untuk bersilaturahmi para penduduk," ujar Efri.

Dari pantauan Tribunpekanbaru.com, panjang sungai pada lubuk larangan hanya sekitar 500 meter, namun ditempat tersebutlah ikan banyak berada karena kondisinya yang dalam dan tenang. Selain dijaring, para pemuda juga menyelam bermodalkan kaca mata renang dan panah. Sekali menjaring para warga dapat menarik tiga sampai enam ekor ikan berbagai ukuran.

Setelah semua proses penangkapan selesai. Ikan yang berukuran kecil dibagi berdasarkan banyaknya warga yang sudah mendaftar terlebih dahulu, untuk mendapatkan satu kantong plastik ikan, warga hanya membayar Rp 25 ribu. Untuk ikan diatas satu kilogram diadakan pelelangan hingga ratusan ribu rupiah per ekor nya, untuk seekor ikan sengarek seberat 6 kg lebih, warga bisa menawar hingga Rp 750 ribu.

Sementara itu Humas WWF Riau, Syamsidar mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah bentuk kearifan lokal masyarakat setempat dalam memperhatikan keseimbangan ekosistem.

“Adanya lubuk larangan ini tentu berperan penting bagi sungai dan juga hutan sebagai pengatur fungsi tata air, hal seperti ini harus dijaga agar keberlangsungan ekosistim terus berlanjut,” Kata Syamsidar seraya menambahkan, acara ini juga dapat menjadi daya tarik eko wisata pada kawasan blok Hutan Rimbang Baling. (teo)

Penulis: TheoRizky
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved