127 Tahun Istana Matahari Timur, Bukti Kebesaran Kerajaan Melayu Islam

Istana Siak yang dikenal dengan nama Asserayah Alhasyimiyah atau Istana Matahari Timur masih berdiri megah di Siak Sri Indrapura.

127 Tahun Istana Matahari Timur, Bukti Kebesaran Kerajaan Melayu Islam
TribunPekanbaru/Mayonal Putra
Istana Asserayah Alhasyimiyah atau Istana Matahari Timur sudah berdiri megah di Siak Sri Indrapura sejak 1889 silam. Kini istana itu sudah berumur 127 tahun, namun kontruksi bangunannya masih sangat kokoh, berada di jantung kota Siak Sri Indrapura 

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Mayonal Putra

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Istana Siak yang dikenal dengan nama Asserayah Alhasyimiyah atau Istana Matahari Timur masih berdiri megah di Siak Sri Indrapura.

Istana yang dibangun pada 1889 itu kini sudah berumur 127 tahun, namun kontruksi bangunannya masih sangat kokoh.

Istana Siak ini merupakan bukti sejarah kebesaran Kerajaan Melayu Islam yang terbesar di daerah Riau.

Sebenarnya, masa jaya kerajaan berawal dari abad ke -16. Namun, istana yang kini masih dapat dikunjungi itu dibangun pada abad ke -19.

Sedangkan silsilah sultan-sultan kerajaan Siak dimulai pada tahun 1723 M. Mulai dari Raja Kecik hingga Sultan Syarif Kasim (SSK) II, terhitung ada sebanyak 12 Sultan yang pernah bertahta.

Istana Matahari Timur, menjadi peninggalan paling bersejarah. Istana ini dibangun oleh Sultan ke -11 yakni Sultan Assyaidis Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin.

Sejak ia bertahta tahun 1989, ia membangun istana Matahari Timur. Ia bertahan sampai 1908, yang kemudian digantikan putranya Sultan Syarif Kasim II.

Informasi yang diperoleh Tribun dari berbagai sumber, Istana Matahari Timur dirancang oleh arsitek asal Jerman.

Konon pada masanya, Sultan Syarif Hasyim sudah menjalin hubungan baik dengan dunia internasional.

Halaman
1234
Penulis: Mayonal Putra
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved