TribunPekanbaru/

Citizen Report

Refleksi Milad 3th @TurunTanganPKU

Di acara ini juga dilakukan metode Kaizen sebagai bentuk perbaikan yang berkesinambungan bagi tiap-tiap komunitas.

Refleksi Milad 3th @TurunTanganPKU
Foto Kiriman Siti Syahbainur Fadila
Tepat pada hari Ahad 11 Desember 2016 kemarin, Turun Tangan Pekanbaru (TTP) memperingati Milad yang ke-3 

Oleh: Siti Syahbainur Fadila
Anggota Turun Tangan Pekanbaru

TURUN Tangan, merupakan salah satu gerakan yang memberikan wadah kepada orang-orang baik untuk berbuat baik. Sebuah gerakan yang diharapkan mampu bermanfaat apa saja untuk masyarakat. Maka dari itu, jangan heran ketika para relawan Turun Tangan terjun ke pelosok Negeri hanya untuk memotivasi dan menginspirasi para generasi penerus Bangsa. Gerakan yang dipelopori oleh mantan Menteri Pendidikan Bapak Anies Baswedan ini sudah tersebar di beberapa daerah Nusantara, salah satunya adalah Kota Pekanbaru.

Tepat pada hari Ahad 11 Desember 2016 kemarin, Turun Tangan Pekanbaru (TTP) memperingati Milad yang ke-3. Acara yang mengusung tema “Iuran Kolosal Generasi Muda Pekanbaru” ini sukses dilaksanakan dalam agenda Silaturrahim dan Diskusi Antar Komunitas. Undangan yang dihadiri oleh beberapa Komunitas pun sangat memberikan warna, wajah dan semangat baru dalam keberagaman. Antara lain Klub Debat SMA Negeri 1 Pekanbaru, Klub Debat Fakultas Hukum Universitas Riau, Titah Negeri, Sigma Entertainment, Komunitas Pena Terbang, Akademi Berbagi, Kelas Inspirasi, Fisip Scientific Club (FSC) dan banyak lainnya.

Acara ini ternyata memiliki keunikan dan keistimewaan tersendiri. Tidak hanya perayaan Milad 3th Turun Tangan Pekanbaru saja. Akan tetapi, Turun Tangan Pekanbaru juga memberikan suguhan nan menarik yakni pemaparan materi Key Performance Indicator (KPI) oleh Kakanda Ariandi A Zulkarnain, S.IP yang kemudian dilanjutkan dengan rembuk gagasan tiap-tiap komunitas.

KPI sendiri dilakukan agar dapat mengukur sejauh mana sasaran yang akan dicapai dari suatu komunitas. Oleh karena itu, dari kegiatan ini teman-teman komunitas dapat memaknai gimana sih cara yang tepat dalam menghidupkan dan mencapai tujuan suatu komunitas. Hal ini juga sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Atika Windi Astuti, selaku Project Leader, “Kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas antar sesama komunitas yang ada di Pekanbaru. Sederhana, tapi mampu menyatukan semua”.

Di acara ini juga dilakukan metode Kaizen sebagai bentuk perbaikan yang berkesinambungan bagi tiap-tiap komunitas. Dengan jargonnya yang melekat di benak kita “Ambil yang baik, Buang yang buruk, dan Ciptakan yang Baru”. Steering Committee Turun Tangan Pekanbaru, yakni Rafzamzali, S.IP, dalam kesempatan tersebut berpesan pada Generasi Hebat Pekanbaru, “Menemukan kunci bahagia itu tidak hanya pada A minor ataukah B minor, tapi hari ini Gajus (markas TTP) juga mampu menciptakannya”.

Semoga di Milad yang ke-3 ini, walaupun masih begitu dini, akan tetapi percayalah Turun Tangan akan selalu tumbuh dan tidak akan pernah mati, karena masih ada KITA, para pejuang dan orang-orang baik.

Pejuang Bukan? HADAPI!

Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help