TribunPekanbaru/

Meningkatkan Motivasi Kerja Tanpa Teori Motivasi

Ada 3 kata kunci untuk selalu bisa termotivasi dalam mencapai dan menggapai yang kita cita-citakan yaitu: Ikhlas, Tawakal dan Ikhtiar.

Meningkatkan Motivasi Kerja Tanpa Teori Motivasi
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Direktur Utama Bank Riau Kepri, Irvandi Gustari 

Oleh: DR Irvandi Gustari
Direktur Utama PT Bank Riau Kepri

DALAM kondisi ekonomi global yang melambat dan krisis ekonomi yang berkepanjangan bagi dunia menjadikan kta semua harus terus mencari solusi agar tetap dapat eksis dan bertahan dalam kelangsungan kehidupan dan penghidupan. Kata kunci dari segala cobaa agar tetap eksis pada situasi dan kondisi saat ini adalah Motivasi.

Bicara mengenai motivasi rasanya semuanya merasa sering mengucapkannya, dan seolah-olah motivasi sering dipersamakan dengan istilah “ayo semangat”.

Tidaklah salah menyamakan makna dari Motivasi dengan perkataan semangat atau tetap terus dengan semangat yang tinggi.

Namun bila kita balik kebelakang sejenak terkait dengan motivasi, hampir semua teori motivasi tersebut berasal dari dunia barat, sebut saja teori Motivasi Maslow, McClelland, McGregor, Hezberg, ERG Aldefer. Pertanyaannya adalah, cocokah teori -teori tersebut untuk kehidupan kita di dunia belahan timur ini?

Masing-masing sipenemu teori motivasi ini memiliki definisi dan titik fokus yang berbeda tentang motivasi.

Sebut saja Teori Maslow yang membagi aspek kehidupan menjadi 5 bagian dan ke 5 bagian itulah yang menjadi pendorong motivasi dari para manusia yaitu: 1. Kebutuhan Fisiologis , 2. Kebutuhan Rasa Aman , 3. Kebutuhan Sosial , 4. Kebutuhan Penghargaan dan 5. Kebutuhan Aktualisasi diri.

Urutan dari masing-masing aspek motivasi tersebut harus berurutan. Namun untuk kondisi saat ini dengan kehidupan yang sangat beragam dan kondisinya berbeda untuk tiap orang, maka teori Maslow dengan mudah pula bisa kita gugat keabsahannya untuk jaman sekarang.

Bisa saja urutannya terbalik yaitu dimulai dengan urutan nomor 5 terlebih dahulu dan berakhir pada urutan nomor 1. Syah -syah saja bila ada orang pola kebutuhannya tidak lagi sesuai dengan urutan tingkat kebutuhannya tidak sesuai dengan urutan yang ada pada Teori Maslow.

Kita lanjut pada pembahasan mengenai motivasi bila kita mengacu pada teorinya Mc. Clelland. Pandangan dari Mc. Cleland agak berbeda dengan Maslow, dan kita memang tidak perlu mempertentangkan pendapat Maslow dengan MC. Cleland, karena ketika teori mereka diciptakan atau dilahirkan pada waktu dan situasi yang berbeda.

Halaman
12
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help