TribunPekanbaru/

Asyiknya Bertualang Sepeda ke Talago Gunuang, Kepingan Firdaus yang Terdampar di Bumi

Dari puncak savana aku pandang ke arah Sungai Ombilin dan bukit pohon pinus yang kami lewati tadi. Sungguh pemandangan yang sangat menakjubkan

Asyiknya Bertualang Sepeda ke Talago Gunuang, Kepingan Firdaus yang Terdampar di Bumi
Facebook Tasman jen
Tasman Jen berfoto bersama peserta Bike Camping yang diadakan Komunitas MTB Combat di daerah Talago Gunung di Nagari Saruaso, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. 

Usai melaksanakan Tour de Borneo selama 30 hari sejauh 2.640 Km mengelilingi Pulau Kalimantan, Tasman Jen (60), salah seorang personel Trio Lisoi mendapat tawaran untuk ikut Bike Camping yang diadakan Komunitas MTB Combat di daerah Talago Gunung di Nagari Saruaso, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Tawaran itu langsung diambilnya, walaupun baru istirahat dua minggu setelah perjalanan sepeda yang melelahkan. Berikut kisahnya...

KAMI berangkat sembilan orang yaitu Afif, Eviar, Sugeng, Adi, Herwansyah, Alinur, Syamri dan Yansril dengan menggunakan tiga mobil menuju Batusangkar. Sepeda gunung yang sebelumnya sudah aku service masuk ke dalam mobil. Kawan-kawan yang masih muda muda dariku kelihatan begitu bersemangat. Semangat ini seakan akan tertular padaku walaupun ada kekhawatiran dengan fisikku yang sudah mulai uzur di usia 60 tahun.

Acara bike camping ini diadakan di daerah Talago Gunuang yang terletak di Nagari Saruaso, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Pada pukul 14.00, di udara yang agak panas, lebih kurang 50 peserta berkumpul di lapangan Cinduamato Batusangkar. Panitia membawa kami menuju Nagari Saruaso. Kami melewati daerah Saruaso dengan jalan relatif sempit dan beraspal rusak di beberapa titik.

Pemandangan kanan kiri berupa hutan pinus yang lebat, yang merupakan hasil reboisasi pada tahun 1970an. Jalanan agak berbukit-bukit dan menanjak, udara mulai terasa dingin. Akhirnya kami sampai di situs Talago Gunuang yang merupakan lokasi makam pada masa megalitikum, ditandai dengan nisan-nisan yang terbuat dari batu, berbentuk unik melengkung dan panjang.

Tidak berapa jauh dari situs ini, kami berhenti dekat satu warung. Para peserta merakit sepeda masing-masing. Hujan pun turun rintik-rintik, menambah dinginnya udara. Aku agak malas dan kurang semangat karena cuaca ditambah mata mulai ngantuk sejak sehabis makan siang tadi.

Semua peserta siap dengan sepedanya. Tidak banyak seremonial. Setelah berdoa, kami dilepas menuju arah timur melalui jalan desa yang berbatu-batu kemudian masuk ke hutan pinus daerah Marina. Hujan yang masih turun rintik-rintik membuat jalan setapak di hutan pinus itu sangat licin untuk dilalui sepeda. Kabut menyelimuti beberapa tempat dilembah pinus yang kami lalui dan tiupan angin menurunkan suhu tubuh yang sudah keletihan mengayuh.

Di satu tanjakan aku berhenti untuk istirahat tapi hanya sanggup lima menit karena tidak tahan kedinginan. Hembusan angin kearah pohon pinus menimbulkan bunyi yang sangat sensasional dan unik di alam terbuka. Aku terus mengayuh sendiri, sementara beberapa pesepeda sudah jauh di depanku. Di satu puncak, aku melihat tempat terbuka dan di situ membentang lembah dan Sungai Ombilin. Di tengah savana, terlihat pondok kayu dan beberapa tenda warna warni yang sangat kontras dengan kehijauan lembah.

Seorang peserta yang dari tadi membayangiku dari belakang, sekarang ikut berhenti di sampingku. Dari dia aku dapat info bahwa tenda-tenda yang ada di lembah itu adalah tempat finish kami nanti. Aku diingatkan oleh peserta lokal di turunan terakhir ini agar lebih berhati-hati karena lebih terjal dan sulit dituruni. Aku sudah tidak sabar untuk turun ke lembah itu.

Sepeda kembali kutunggangi di turunan yang cukup terjal. Aku berhati-hati menuruni jalan yang licin. Terasa ban belakangku slip beberapa kali, lalu rem kulepas pelan kemudian sepeda stabil lagi menurun. Beberapa meter di depan, ban depanku masuk jalur bekas roda yang amat lucin dan ban belakang slip melintir ke kanan depan. Aku jatuh ikut meluncur sekitar dua meter dengan sepeda dan berhenti di rumpun pohon pinus.

Halaman
123
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help