TribunPekanbaru/

Warna Budaya Organisasi Tentukan Capaian Kinerja

Beberapa jenis atau warna budaya organisasi yang dapat dijelaskan adalah budaya birokrasi, budaya klan, budaya kewirausahaan, dan budaya pasar.

Warna Budaya Organisasi Tentukan Capaian Kinerja
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Direktur Utama Bank Riau Kepri, Irvandi Gustari 

Oleh: DR. H. Irvandi Gustari
Direktur Utama Bank Riau Kepri

BANYAK pihak yang menganggap remeh tentang budaya organisasi atau budaya kerja, dan selalu terfokus pada angka pencapaian target bisnis. Padahal kekuatan utama suatu organisasi, ada pada kekuatan kesatuan manusia-manusia yang ada didalam organisasi tersebut, dengan syarat harus terjadi sinergi dari kekuatan atau keunggulian kompetensi yang ada dari manusia-manusia yang ada didalamnya.

Kesatuan sikap, kesatuan pandangan dan kesatuan perilaku, itu semua bisa terwujud bilamana adanya budaya organisasi atau budaya kerja yang terinternalisasi dengan optimal pada semua karyawan yang ada pada lembaga tersebut.

Timbul pertanyaan lanjutan, warna atau jenis budaya organisasi seperti apakah yang bisa menunjang penuh untuk dukung kinerja secara maksimal? Banyak teori yang membahas tentang warna atau jenis budaya organisasi, dan bahasa ilmiahnya lebih sering dinamai sebagai Tipologi Budaya Organisasi.

Supaya ada landasan yang kuat pembahasan kitat terkait Tipologi Budaya Organisasi, maka bila kita cantelkan pada 1 teori saja yang terkait yaitu teori dari Hellriegel, Jackson, Slocum, Staude, Amos, Klopper, Louw dan Oosthuizen.

Hellriegel et al. (2004) menyatakan bahwa unsur-unsur budaya dan hubungannya dalam sebuah organisasi menciptakan pola yang merupakan bagian unik dari organisasi tersebut dalam terbentuknya sebuah budaya organisasi.

Beberapa jenis atau warna budaya organisasi yang dapat dijelaskan adalah budaya birokrasi, budaya klan, budaya kewirausahaan, dan budaya pasar.

Budaya bureaucratic (budaya birokrasi) : Organisasi yang menerapkan budaya birokrasi mengutamakan hirarkis koordinasi, formal dan standar operasi prosedur; dalam jangka panjang mengutamakan efisiensi, prediktabilitas dan stabilitas (Hellriegel et al., 2004: 365-366).

Tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk semua karyawan di dalam organisasi juga jelas dinyatakan.

Budaya clan (budaya klan) : Atribut dari jenis organisasi yang menganut budaya klan adalah tradisi, loyalitas, kerja sama tim, komitmen pribadi dan self-manajemen. Organisasi memfokuskan perhatian mereka secara internal, namun kontrol formal mereka dilakukan secara fleksibel.

Halaman
12
Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help