Karyawan Diajak Terapkan Pencegahan Kecelakaan Kerja

Robert mengatakan dalam UU No 1 Tahun 1970 tujuan K3 tidak hanya perlindungan pekerja agar terjamin keselamatan, tetapi juga mengendalikan peralatan

Karyawan Diajak Terapkan Pencegahan Kecelakaan Kerja
Foto/Istimewa
Suasana Seminar K3 dalam rangka peringatan Bulan K3 Nasional di Safety Campus, PT RAPP, Senin (6/2/2017). Tujuan dari kegiatan ini menerapkan pengendalian yang tepat untuk bahaya dan risiko tingkat tinggi di area kerja sehingga kecelakaan berat dan mati tidak terjadi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI – Menerapkan pengendalian yang tepat untuk bahaya dan risiko tingkat tinggi di area kerja sehingga kecelakaan berat dan mati tidak terjadi, Loss Prevention and Control (LP&C) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) kembali mengadakan seminar mengenai keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Safety Campus, Komplek PT RAPP mulai dari 6 hingga 7 Februari 2017.

Manajer LP&C PT RAPP, Robert Sitorus mengatakan dengan kegiatan ini, ingin memberikan pengetahuan tambahan kepada para karyawan yang bekerja di unit Bisnis PT RAPP agar selalu memperhatikan keselamatan saat bekerja.

Dalam seminar ini, dikatakan Robert, diisi dengan beberapa materi, seperti Working at high atau bekerja di Ketinggian, Confine Space atau bekerja di ruang yang terbatas, dan Isolation (Lock Out and Tag Out) yakni suatu prosedur untuk menjamin mesin atau alat berbahaya secara tepat telah dimatikan dan tidak akan menyala kembali selama pekerjaan berbahaya ataupun pekerjaan perbaikan maupun perawatan sedang berlangsung sampai dengan pekerjaan tersebut telah selesai.

“Pemateri sendiri berasal dari Health-Safety & Environmental RGE (Royal Golden Eagle-red) Jakarta, Edi Saptono secara bergantian selama dua hari ini. Perusahaan telah berkomitmen untuk memperhatikan K3 bagi karyawan. Para peserta yang berasal dari berbagai Bisnis unit seperti Riau Pulp, Riau Power, Store dan lainnya dapat paham untuk menjaga diri mereka dari bahaya di lingkungan kerja. Mereka di sini bisa bertanya dan sharing informasi kepada pemateri terhadap tindakan di lapangan apa yang harus dilakukan untuk mencegah kecelakaan kerja sejak dini,” ujarnya.

Robert mengatakan dalam undang-undang Nomor 1 Tahun 1970 tujuan K3 tidak hanya untuk perlindungan pekerja agar terjamin keselamatan mereka, tetapi juga mengendalikan terhadap peralatan aset produksi sehingga dikerjakan secara aman dan efisien. Untuk itu, tugas semua pihak untuk berkomitmen melaksanakan upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.

“Perusahaan terus berkomitmen mematuhi regulasi tersebut (UU Nomor 1 Tahun 1970-red) karena ingin melindungi para pekerja dan lingkungan. Jika tidak, perusahaan akan tidak bisa berkembang seperti sekarang,” ujarnya.

Robert melanjutkan, peserta tidak hanya berasal dari karyawan PT RAPP saja, namun juga dari sekolah-sekolah yang berada di Pangkalan Kerinci, diantaranya SMAN 1 dan SMKN 1 Pangkalan Kerinci. Dikatakan Robert, diundangnya para guru sekolah tersebut agar dapat menyampaikan risiko dalam melakukan praktek lapangan di sekolah.

Salah satu peserta dari SMAN 1 Pekanbaru, Prasetio mengatakan kegiatan tersebut sangat bermanfaat untuk disampaikan kepada para siswa. Ia dapat menerapkan budaya K3 di sekolah sehingga mengurangi risiko dalam kegiatan di luar kelas.

“Setiap kegiatan memiliki risikonya, termasuk kegiatan di sekolah. Siswa tidak hanya melakukan belajar di luar kelas, tetapi juga di luar kelas. Siswa juga perlu tahu risiko apa saja ketika mereka melakukan hal tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, dalam peringatan bulan K3 nasional sendiri, PT RAPP mengadakan berbagai kegiatan, seperti pemberian reward kepada mereka yang menerapkan budaya K3 di tempat kerja, pameran, seminar dan kompetisi K3 antar karyawan. (rls)

Editor: harismanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved